Usulan Pergantian Nama Bandara Silangit Jadi Sisingamangaraja XII Diprotes Warga

Bandara Silangit. | pojoksumut

Bandara Silangit. | pojoksumut

POJOKSUMUT.com, PROTES diutarakan Masyarakat Parik Sabungan, Kecamatan Siborongborong, Tapanuli Utara (Taput) terkait usulan pergantian nama Bandara Silangit berganti nama menjadi Bandara Sisingamangaraja XII.

Sekda Edward R Tampubolon sebagai pimpinan rapat pembahasan yang digelar di Balai Data Aula Kantor Bupati, Tarutung, Rabu (7/6/2017), bersama Wakil Ketua DPRD Taput Fatima Hutabarat didampingi Asisten I Parsaoran Hutagalung yang dihadiri Ketua Lembaga Adat Dalihan Natolu (LADN), para tokoh masyarakat Parik Sabungan Siborongborong, pengurus Punguan Siraja Oloan, Kepala Bandara Silangit dan Sekretaris Umum BKAG Taput Pdt Saor.

“Tujuan utama pertemuan ini adalah sebagai suatu konsultasi publik untuk memperoleh suatu kesepakatan oleh seluruh stakeholder terkait pengusulan nama bandara internasional, dimana seyogianya hasil rapat ini akan menjadi rekomendasi kepada pimpinan untuk tahapan selanjutnya,” ucap Sekdakab Taput seperti dilansir New Tapanuli (grup pojoksumut).

Sesuai dengan beberapa pemikiran yang berkembang di tengah-tengah masyarakat, sudah sewajarnya Pemkab Taput menampung semua aspirasi dan pemikiran masyarakat maupun kelompok masyarakat semata-mata demi tercapainya bandara internasional.
Pada kesempatan tersebut, peserta rapat memberikan beberapa usulanan nama bandara dan sesuai dengan suara masyarakat yang memunculkan beberapa nama, seperti IL Nomensen, Raja Sisingamangaraja XII, Munson-Lyman.

Beberapa peserta rapat, terutama masyarakat Parik Sabungan menyatakan bahwa nama Bandara Internasional Silangit sudah tepat dan sesuai dengan dengan sejarah awal berdirinya bandara tersebut, sehingga tidak perlu dilakukan perubahan.

“Kita tidak perlu terlalu menguras tenaga dan perhatian untuk merubah nama Bandara Silangit dan tidak ada maksud untuk tidak menghargai jasa-jasa pahlawan. Mohon Pemkab Taput mempertimbangkannya,” ujar Pongat Simanjuntak sebagai perwakilan masyarakat Parik Sabungan.

Tokoh masyarakat lainnya, Toga Simanjuntak (Op Memori) mengatakan mengapa Silangit ini jadi pertanyaan.

Dia menegaskan bahwa namanya harus tetap Bandara Silangit karena nama ini sudah sejak zaman nenek moyang dulu.
“Pada zaman Presiden SBY, bandara diresmikan dengan nama Bandara Silangit. Biarlah tetap namanya Bandara Silangit. Mengenai pembangunan kawasan Desa Bandara Silangit yang dilaksanakan pemerintah selama ini, kami setuju,” ujarnya. (as/ara/nt/jpg/nin)



loading...

Feeds