Kisah Miftahuddin Halim, Fotografer Radar Bali Saat Mengabadikan Momen Viral Ini

Foto karya fotografer Radar Bali saat Bali United menang, termasuk foto paling kanan yang viral hingga ke manca negara

Foto karya fotografer Radar Bali saat Bali United menang, termasuk foto paling kanan yang viral hingga ke manca negara

POJOKSUMUT.com, TIDAK mudah menjadi seorang fotografer berita. Menangkap momen per sekian detik di antara banyak kejadian lainnya penuh tantangan tersendiri. Seperti cerita fotografer Radar Bali yang memotret selebrasi keberagaman Bali United.

Foto itu kemudian viral hingga media asing pun memuatnya.

Miftahuddin Halim, bisa dibilang sangat jeli dalam mengambil momen itu. Betapa tidak, cuma jepretan dia sajalah yang sukses mengabadikan selebrasi bersyukur dari tiga agama, yakni Islam, Nasrani, dan Hindu.

Jelas, Miftahuddin punya cerita di balik itu. Menurutnya, momen itu memang terjadi sangat cepat saat gol dari Irfan Bachdim kala melawan Perseru Serui.

“Saya juga kaget terus terang tak mengira. Sebenarnya dari dahulu, saya senang sih memvisualisasikan simbol. Kebetulan beberapa waktu lalu ada momen saat Bali United vs Borneo FC. Saya dapat momentum iu, tapi kok saya seperti merasa kurang,” cerita Miftahuddin kepada JawaPos.com (Grup pojoksumut).

Imbuhnya, “Dalam hati saya ingin tuh ada yang lebih kuat dan berbicara. Berangan-angan aja sih, kapan dapat momen itu.”

Nah, angan Miftahuddin akhirnya terjadi. Hal ini saat Irfan Bachdim cetak gol pertamanya di Liga 1 ke gawang Perseru.

“Pada saat itu, banyak yang konsentrasi ke momen selebrasi Bachdim, termasuk saya sih. Cuma, pas di sisi saya, sekilas saya lihat Miftahul Hamdi dan Yabes Roni ke kanan, lalu tak lama Ngurah Nanak ikutan,” papar dia.

Hasil jepretan Miftahuddin Halim

Sontak, dia langsung mengabadikan momen itu. Padahal, momen tersebut, lanjut dia, sangat cepat. “Itu cuma sekian detik saja, langsung saya jepret. Saya juga khawatir agak meleset takutnya gak fokus kan, eh malah bagus,” sambung Miftahuddin.

Hasil jepretan itu melukiskan masing-masing agama melakukan rasa syukurnya. Yabes Roni dengan keyakinan Nasraninya, kemudian Miftahul Hamdi yang bersujud syukur khas umat Islam, dan I Ngurah Nanak bersyukur secara agama Hindunya.

“Tugas kami sebagai jurnalis kan memang harusnya seperti ini. Dan dari tugas saya ini, cuma itu yang bisa saya lakukan untuk bisa menyatukan masyarakat di Indonesia seperti dahulu,” papar dia.

Memang, lanjut dia, dalam kultur sepak bola harus jadi pelajaran bagi masyarakat. Karena dalam permainan si kulit bundar ini, ribut-ribut soal perbedaan agama sudah ditendang jauh.

“Artinya kan di sepak bola sekat-sekat ini sudah tak ada. Inilah yang harusnya jadi contoh dan itu yang mau saya gambarkan. Jujur, saya puas, kenapa? Karena selain bisa mengampanyekan toleransi, banyak fotografer lain yang lepas,” tandas dia.

Miftahuddin juga bercerita awal mula fotonya itu bisa jadi viral. Awalnya, dia cuma iseng mengunggah hasil jepretan itu ke akun media sosial pribadinya.

“Awalnya saya unggah di Instagram, berselang beberapa menit saya share juga ke Facebook. Nah, tak lama kemudian, Bali United juga upload di akun media sosialnya. Itu langsung viral, cuma memang sebelumnya tak ada kredit, cuma lepas dari itu ya tak masalah. Yang jelas ada satu spirit untuk pengingat toleransi,” tandas dia.

Surat kabar Amerika Serikat, The Washington Post, melalui versi online, menampilkan foto tersebut dengan disertai tulisan yang sangat menarik. (ies/jpg/nin)



loading...

Feeds