Mangasa Sibarani, Sang Penjagal Anak Kandung Itu Dituntut 20 Tahun Penjara

Tersangka saat diamankan Polres Humbahas.
foto : Bernard Gaol/newtapanuli/jpg

Tersangka saat diamankan Polres Humbahas. foto : Bernard Gaol/newtapanuli/jpg

POJOKSUMUT.com, HUMBAHAS-Kasus pembunuhan keji yang dialami Aldi Manata Sibarani (10) bocah SD warga Dusun Silaban, Desa Aek Lung, Kecamatan Doloksanggul, Minggu (12/2/2017) lalu, oleh ayah kandungnya sendiri Mangasa Sibarani (39) memasuki sidang tuntutan.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut 20 tahun penjara di Pengadilan Negeri (PN) Tarutung tempat sidang di Doloksanggul, Kamis (8/6/2017).

Dalam sidang yang dipimpin Ketua Majelis Hakim Sarma Siregar, tim JPU Bambang didampingi Arjansah dalam amar tuntutan mengatakan bahwa terdakwa Mangasa Sibarani alias Mangasauli telah melakukan tindak pidana kekerasan yang mengakibatkan kematian anaknya sendiri, Aldi Manata Sibarani.

JPU juga menjerat terdakwa dengan hukuman pidana penjara 20 tahun dikurangi masa tahanan, denda Rp50 juta subs 6 bulan.

“Tuntutan tersebut sesuai dengan pasal 80 ayat 4 UU No.35/2014 UU No 23/2002 tentang Perlindungan Anak,” ujaranya.
Mendengar tuntutan JPU, Ketua Majelis Hakim Sarma Siregar memberikan kesempatan kepada terdakwa untuk mengajukan pledoi (pembelaan).

Selanjutnya, hakim ketua menskor sidang hingga Kamis (15/6) mendatang dengan agenda pembelaan terdakwa.

Baca Juga : Akibat Aksi Kejinya, Mangasa Sibarani Dibuang dari Desa dan Keluarga

Usai sidang pembacaan tuntutan, kuasa hukum terdakwa Rudi Adam Sianipar mengaku akan mengajukan pembelaan secara tertulis.
“Tuntutan yang disampaikan tim JPU merupakan hukuman maksimum. Atas tuntutan tadi, kita akan melakukan pembelaan secara tertulis atas klien kita. Sebab tuntutan yang disampaikan jaksa tidak sesuai dengan fakta hukum,” katanya.
Rudi menjelaskan, sesuai pengakuan terdakwa, kliennya dipaksa petugas untuk mengakui dan menandatangani berita acara pemeriksaan (BAP). Selain itu, selama pemeriksaan, kliennya dipukul oleh petugas sehingga dalam pengungkapan kasus ini, terdakwa di bawah tekanan.

“Dasar pembelaan kita, sampai saat ini terdakwa tidak mengaku sebagai pelaku atas kematian anaknya, Aldi Manata Sibarani. Untuk itu, pekan depan kita akan mengajukan tuntutan secara tertulis,” ungkapnya.

Sekedar diketahui, sebelumnya Managasa Sibarani, supir angkutan umum warga Desa Aek Lung, Kecamatan Doloksanggul, Humbang Hasundutan, tega menganiaya anak kandungnya, Aldi Sibarani hingga tewas hanya gara-gara telat membeli rokok dari warung.

Bahkan, tersangka sendiri nekad membuang jasad anaknya ke semak-semak setelah tewas, hingga akhirnya ditemukan oleh warga lima hari kemudian dalam keadaan membusuk.

Itu terjadi pada Minggu (12/2) lalu sekira pukul 17.00 WIB, dimana tersangka awalnya menyuruh korban membeli sebungkus rokok ke salah satu warung yang jaraknya sekitar satu kilometer dari rumah mereka usai makan bersama adik korban, Andre Sibarani.

Namun, berselang setengah jam ditunggu, Aldi tak kunjung datang dan tersangka pun mulai kesal.

Selanjutnya, tersangka menanyakan seorang pengendara yang kebetulan melintas dari depan rumahnya untuk bertanya apakah bertemu dengan anaknya Aldi di perjalanan. Tapi, pengendara tersebut mengaku tak melihat. Pelaku kemudian masuk ke rumahnya dan menunggu sekitar tiga menit. Tapi, korban tak juga datang.

Kemudian, pelaku meminjam sepedamotor milik tetangganya untuk mencari anaknya Aldi ke arah warung.



loading...

Feeds