Ramadhan Pohan Beberkan Dua Bukti Pembayaran di Sidang Penipuan Rp15,3 Miliar

Ramadhan Pohan menjalani sidang kemarin.
foto : sdf/pojoksumut

Ramadhan Pohan menjalani sidang kemarin. foto : sdf/pojoksumut

POJOKSUMUT.com, MEDAN-Mantan Calon Wali Kota Medan, Ramadhan Pohan memberikan keterangan dalam persidangan kasus dugaan penipuan uang Rp15,3 miliar di ruang Cakra 7, Pengadilan Negeri Medan, Jumat siang (9/6/2017).

Ramadhan yang merupakan terdakwa dalam kasus tersebut memberikan keterangan sebagai saksi untuk terdakwa Savita Linda Panjaitan.

Dalam keterangannya, Ramadhan yang juga terdakwa dalam kasus tersebut menyangkal telah menandatangi 2 cek senilai Rp10,8 miliar dan Rp4,5 miliar yang disebut digunakan untuk kepentingan kampanye Ramadhan Pohan saat mencalonkan diri jadi Wali Kota Medan periode tahun 2015-2020.

“Saya tidak ada menandatangi cek. Saya hanya ada menandatangi kertas kosong sebagai bentuk komitmen saya dalam visi dan misi politik,” ujar Ramadhan saat menjawab pertanyaan jaksa penuntut umum (JPU), Sabarita.
Dalam sidang tersebut, Ramadhan menunjukkan print out (bukti cetak) percakapan pesan seluler antara Ramadhan dengan Kepala Cabang Bank Mandiri bernama Citra Panjaitan.

Dalam percakapan yang terjadi setelah Pilkada Medan tersebut, Ramadhan minta ke Citra agar menutup rekening Ramadhan di bank Mandiri.
“Komitmen dalam membantu ada. Tapi tidak disepekati jumlahnya. Ada percakapan antara terdakwa (Linda) dengan R.H Simanjuntak (penggugat). Tapi uang itu tidak diberikan,” ujar Ramadhan.
Selain itu, Ramadhan juga membeberkan 2 bukti terkait pembiayaan kampanye yang diklaim dibiayai oleh terdakwa Linda.

“Ini saya ada bukti kwitansi penyerahan uang untuk sewa posko. Dan bukti surat dari pemilik hotel bahwa itu gratis,” jelas Ramadhan dihadapan hakim ketua, Erintuah.

Bukti tersebut merupakan kwitansi penyerahan uang Rp145 juta ke suami Linda, yakni Charles Saragih. Lalu Ramadhan menerangkan bahwa uang yang digunakan Linda untuk menyewa posko bersumber dari uang Ramadhan dan Eddie Kusuma (mantan calon Wakil Wali Kota Medan). Linda sebelumnya mengaku dirinya lah membayar sewa posko.
Saat menunjukkan bukti kwitansi itu di hadapan majelis hakim, terjadi sedikit keanehan, lantaran Linda yang ikut melihat bukti kwitansi tersebut malah mengambil kwitansi itu lalu membawa bukti itu ke meja penasehat hukum. Hal tersebut mendapat protes dari hakim yang meminta Linda membawa kembali kwitansi itu ke hadapan hakim.

Selain itu, Linda mengatakan dirinya juga membayar sewa kamar hotel Orinko selama beberapa bulan sebesar Rp450 juta dengan membayarkan kepada manajer hotel. Dia juga menunjukkan bukti kwitansi pembayaran hotel.

Menanggapi itu, Ramadhan mengatakan bahwa penginapan di hotel selama massa kampanye tersebut gratis. Ramadhan menunjukkan surat pernyataan dari pemilik hotel Orinko bahwa penginapan di hotel tersebut gratis.
Seperti yang diketahui, Ramadhan dan Linda didakwa atas kasus dugaan penipuan uang Rp15,3 miliar yang merupakan milik R.H Simanjuntak dan Laurenz Sianipar. (sdf/pojoksumut)



loading...

Feeds