Lecehkan Gerakan Salat Tarawih, Tujuh Pemuda Ini Diamankan, Akhirnya Minta Maaf

Para pemuda yang memparodikan salat tarawih meminta maaf.
foto : fajar/JPR

Para pemuda yang memparodikan salat tarawih meminta maaf. foto : fajar/JPR

POJOKSUMUT.com, WAJO-Sebanyak tujuh pemuda yang melecehkan gerakan salat tarawih yang sempat viral videonya di media sosial (medsos) beberapa waktu lalu, akhirnya meminta maaf kepada para ulama atas tindakannya.

“Saya mewakili teman-teman saya, meminta maaf kepada seluruh umat Islam Indonesia dan seluruh dunia atas tindakan dan lelucon yang kami lakukan. Saya sangat menyesali dan tidak ada niat kami sama sekali untuk menistakan agama,” kata Sinardi mewakili ketujuh rekannya saat dilakukan konferensi pers di Mapolres Wajo, Sabtu (10/06/2017) seperti dilansir Fajaronline (JawaPos Group).

Lebih lanjut, Sinardi berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya dan siap menerima hukuman seberat-beratnya bila melakukan perbuatan tersebut di kemudian hari.

Sementara Sekretaris MUI Kabupaten Wajo, Muh Salman, menilai perbuatan yang dilakukan ketujuh anak muda tersebut bukanlah perbuatan yang menistakan agama.

“Setelah melakukan interview untuk mencari tahu motif mereka, kegiatan yang mereka lakukan adalah hanya meniru dan hanya ingin mencontoh yang mereka lihat di medsos,” paparnya.

Ia berkesimpulan, anak-anak itu tidak melakukan berdasarkan akidah aliran tertentu dan tidak juga mengolok-olok agama. Meskipun mereka bersalah, tetapi tidak masuk ranah penistaan agama.

Sebelumnya, Jajaran Polres Wajo mengamankan tujuh pemuda ini.

Kasat reskrim Polres Wajo, AKP Aryo Dwi Wibowo, membenarkan telah mengamankan ketujuh pemuda warga Kelurahan Minange Kecamatan Sajoangin Kabupaten Wajo. Mereka diduga telah melecehkan gerakan salat dan mengunggahnya di media sosial.

“Tujuh orang sudah kita amankan, rata-rata mereka adalah mahasiswa dan pelajar. Aksi mereka dilakukan di Masjid Fastabiqul Khaerat Kelurahan Minagae Kecamatan Sajoangin sekitar pukul 02.00 wita,” terang Aryo, Jumat (9/6/2017).

Mereka yang diamankan yakni Sinardi (25) berprofesi sebagai mahasiswa yang bertugas merekam, Hamka (21) mahasiswa, bertindak sebagai imam, Muh sahriadi (27), H (13), MM (13), Suparman (22) dan Muh Ikhram (15).

Dari pengakuan para pelaku, mereka awalnya berkumpul di masjid untuk mengambil gendang guna membangunkan warga untuk sahur. Namun kemudian, ada salah seorang dari mereka yakni Sinardi menyampaikan ada salat tarawih yang cepat hanya dalam waktu dua menit.

“Awalnya hanya lucu-lucuan saja pak. Untuk mempraktikkan cara salat tarawih yang singkat,” ujar Sinardi.

Sinardi mengaku merekam secara langsung melalui akun Facebooknya. Hingga akhirnya video itu menjadi viral di media sosial. Saat ini, ketujuh orang tersebut diamankan di Mapolres Wajo. Polisi mengamankan baju dan ponsel sebagai barang bukti. (man/fajar/JPG/nin)



loading...

Feeds