SADIS! Gara-gara HP, Nurdin Sinaga Bunuh Istri dan Putrinya dengan Parang Babat

Nurdin Sinaga dan jasad putri dan istrinya yang bersimbah darah usai ditebas dengan parang babat.
foto : metroasahan/JPG

Nurdin Sinaga dan jasad putri dan istrinya yang bersimbah darah usai ditebas dengan parang babat. foto : metroasahan/JPG

POJOKSUMUT.com, LABURA-Entah setan apa yang merasuki Nurdin Sinaga (57) hingga tega menghabisi nyawa istri Romeli Boru Siregar (47) dan putrinya, Lastiur Boru Sinaga (18).

Mirisnya, kondisi jasad keduanya mengenaskan. Tak hanya bersimbah darah, di sekujur tubuh mereka terdapat bekas luka bacokan. Bahkan, tangan Romeli nyaris putus.

Keduanya ditemukan tewas bersimbah darah di rumahnya Dusun Tani Makmur Blok XI, Desa Teluk Pulai Dalam, Kecamatan Kualuh Ledong, Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura), Jumat (10/6/2017) sekira pukul 23.30 WIB.

Informasi dihimpun, Lastiur ditemukan tak bernyawa bersimbah darah di dapur, sedangkan ibunya Romeli ditemukan di ruang tengah rumah. Pelaku diduga nekat membunuh karena tersangka cemburu kepada istrinya yang kerap bermain HP.

Kepala Dusun Tani Makmur Jastro Malau mengatakan, sebelum membunuh anaknya, Nurdin lebih dulu membunuh istrinya. Setelah melakukan pembunuhan tersangka kemudian melapor kepada Jastro Malau. Kemudian Jastro melapor ke Polsek Kualuh Hilir dan meringkus pelaku.

“Pelaku datang ke rumah dan mengaku telah membunuh anak dan istrinya dan menyuruh saya untuk melihat ke rumahnya. Namun pelaku ketika ditanya tidak menyebutkan mengapa ia melakukan pembunuhan,” ujar Malau seperti dilansir metroasahan (grup pojoksumut).

Sebelum peristiwa itu terjadi pelaku dan istrinya pergi ke warung dan cekcok. Kemudian pelaku dan istrinya pulang ke rumah dan kembali cekcok. Pelaku kemudian mengambil babat dari samping rumah dan mengayunkan ke bagian kepala dan tubuh istrinya.

Mendengar suara gaduh, Lastiur terbangun. Namun pelaku mengejar putrinya itu yang merupakan pelajar Kelas XII SMK Siborongborong hingga ke dapur dan pelaku mengayunkan babat ke tubuh anaknya hingga putrinya itu terjatuh.
Pelaku berulang kali mengayunkan babat ke tubuh anak ke 4 dari 7 bersaudara ini. Belakangan ini memang hubungan pelaku dengan istrinya tidak harmonis dan keduanya kerap bertengkar.

Kapolsek Kualuh Hilir AKP Jony Tampubolon melalui Kanit Reskrim Ipda Darma Bakti mengatakan, pelaku nekat membunuh karena cemburu melihat istrinya kerap bermain hape. Keduanya kerap bertengkar jika pelaku melihat istrinya bermain HP.

“Sebelum pembunuhan itu terjadi, keduanya baru kembali dari warung. Di rumah mereka kembali bertengkar. Kemudian pelaku emosi dan mengambil babat dari samping rumah dan mengayunkannya ke istri dan anaknya hingga tewas,” terang Kanit.



loading...

Feeds