Suami Sadis! Pura-pura Sedih dan Pingsan, Ternyata Dialah yang Menggorok Istrinya

Novi Dwi Kusuma, tersangka pembunuh istrinya.
foto : prokal

Novi Dwi Kusuma, tersangka pembunuh istrinya. foto : prokal

POJOKSUMUT.com, BALIKPAPAN-Perasaan Mukati campur aduk, berteriak dengan kencang meminta tolong. Ia masih tak percaya menemukan anaknya Subaidah (24), meninggal dalam kondisi bersimbah darah di rumahnya di Jalan Mulawarman RT 10, Kelurahan Sepinggan, Balikpapan Selatan, sekira pukul 06.30 Wita, kemarin (10/6/2017).

Warga berdatangan setelah mendengar ada yang meminta tolong. Yang bikin merinding warga sekitar, jasad Subaidah ditemukan dengan leher tergorok di rumah kayu berukuran 3 meter x 4 meter itu.

Subaidah pertama kali ditemukan tewas oleh anaknya, Hilman (4). Anak korban yang malamnya tidur bersama sang nenek pulang mencari ibunya. Memasuki sebuah kamar di rumah itu, Hilman menemukan ibunya tergeletak dalam kondisi mengenaskan. Hilman berlari sambil berteriak.

“Biasa setiap malam anaknya tidur di rumah neneknya ini bersebelahan saja, paginya pulang datangin mamaknya,” ujar salah seorang warga di lokasi kejadian.

Suami korban, Novi Dwi Kusuma (28) datang dengan wajah sedih. Menurut saksi di tempat kejadian perkara (TKP), Novi sempat pingsan tidak menyangka sang istri telah meninggal.

Pengungkapan siapa di balik kasus pembunuhan itu dimulai dari penyelidikan polisi sekira pukul 07.00 Wita. Setelah dipasang garis polisi, sejumlah warga dimintai keterangan. Termasuk ibu korban dan suami korban.

Gelagat Novi yang sebelumnya berpura-pura berkabung pun terbongkar. Tak berselang lama, ia pun mengakui jika telah membunuh istrinya dengan sebilah pisau dapur. Polisi pun dengan cepat mengamankan tersangka ke Mapolres Balikpapan, untuk menghindari adanya main hakim dari keluarga korban.

Pisau dapur, pakaian yang digunakan tersangka, hape milik korban dan tersangka, identitas, dan sebuah bantal guling turut diamankan. Usai mengidentifikasi korban, sekira pukul 10.50 Wita jasad Subaidah dibawa menggunakan mobil jenazah ke RS Kanujoso Djatiwibowo, untuk dilakukan autopsi.

“Dari hasil pemeriksaan luar, ditemukan tiga luka di bagian leher,” terang Kabag Ops Polres Balikpapan Kompol Supriyanto, saat berada di lokasi kejadian.

Pengakuan tersangka awalnya dia menyayat leher istrinya, yang saat itu dalam kondisi tidur telentang. Kemudian korban melawan hingga dipaksa tengkurap. Novi semakin beringas, tangan kiri memegang rambut korban, tangan kanan menggorok leher.

Perlakuan sadis itu dilakukan Novi lantaran sakit hati dan terbakar api cemburu. Yang di mana sudah sejak dua minggu pasangan ini pisah rumah. Novi tidak lagi tinggal di rumah istrinya, karena sering cekcok masalah adanya orang ketiga.

“Dari keterangannya, ada permasalahan keluarga, sudah pisah ranjang, penyebabnya diduga istrinya selingkuh dengan teman kerjanya. Suami istri ini bekerja di satu tempat,” beber perwira berpangkat satu bunga di pundak ini.

Sabtu (10/6/2017), seyogyanya korban berulang tahun yang ke-23. Namun, takdir berkata lain. Ia tewas di tangan suami sendiri. Mubin, kakak sepupu korban tidak habis pikir, bagaimana Novi, pelaku pembunuhan bisa sampai hati menghabisi nyawa istrinya sendiri. Mubin mengetahui kejadian itu dari pamannya, ayah Subaidah. Dikabari kalau sang adik sepupunya telah tiada. Saat itu jenazah sudah dibawa ke Mortuary Rumah sakit Umum Daerah (RSUD) Kanujoso Djatiwibowo. Mubin, istri dan anaknya kemudian segera menyusul ke mortuary.

“Habis dikabari paman, saya langsung ke sini (RSUD), saya diminta nungguin jenazah. Katanya, adik (Subaidah) sudah nggak ada,” ucapnya ditemui di mortuary RSKD.

Selama ini, Subaidah dikenal sebagai perempuan supel. Beberapa waktu terakhir, ia dan suami ikut berjualan sate di kawasan Sepinggan. Menurut Mubin, sehari sebelum Subaidah meregang nyawa, ia dan suaminya habis bekerja dan diantar pulang lebih dulu.

Malam sebelum kematiannya, sang ibu sempat bertanya apakah ia sudah masak sahur, saat itu pukul 01.00 Wita. Setelah dijawab sudah, ibunya tidak lagi tahu apa yang dilakukan putrinya bersama tersangka. “Jam 06.00 Wita anaknya (Hilman, Red) yang masuk rumah dan menemukan korban sudah nggak ada, teriak ke neneknya, katanya mama berdarah,” jelas Mubin.

Subaidah yang supel, kontras dengan pelaku yang pendiam. Belakangan tetangga dan sang ibu kerap mendengar korban cekcok dengan tersangka. Walau begitu, keduanya masih bekerja bersama. Jadwal bekerja mereka mulai pukul 07.00 wita sampai 14.00 Wita. Namun, sang suami lembur dan lanjut bekerja sampai malam.

Mubin tidak menyangka masalah keduanya bisa berujung maut bagi Subaidah. Subaidah baru akan dimakamkan hari ini (11/6).

“Ini kan jelas dibunuh, teganya suaminya. Semoga dihukum setimpal, kasihan anaknya siapa mau jaga. Selama ini keluarga nggak terlalu kenal suaminya, soalnya pendiam banget,” imbuhnya.

Pasca kejadian, ibunda Subaidah masih berada di rumahnya dan tidak menyusul ke mortuary. “Kami nunggu aja dari polisi, terus dimakamkan besok. Sementara ini bapaknya aja yang ngurusin, soalnya ibunya pingsan tadi,” tandasnya. Novi dijerat dengan Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan dengan ancaman hukuman di atas 15 tahun penjara. (pri/bp-21/war/prokal/jpg)



loading...

Feeds