Seribuan Orang Tua Ajukan Surat Pindah Sekolah dari Batam, Termasuk ke Medan

Ilustrasi sekolah

Ilustrasi sekolah

POJOKSUMUT.com, BATAM-Memasuki ajaran baru sekolah tahun ini, banyak warga Batam yang mengurus surat pindah. Satu diantaranya, pindah dari Batam ke Medan.

Ini membuat antrean untuk mengurus surat pindah rayon (daerah) keluar dari Batam di Kantor Dinas Pendidikan Kota Batam, Sekupang (13/6/2017).

Kasi Kesiswaan Peserta didik dan pembangunan karakter SD, Syarif mengatakan permintaan pengurusan surat rayon keluar dari Batam memang untuk SD lebih banyak dibanding surat pindah untuk SMP.

“Hari ini sudah hampir 700 pengajuan yang kami proses, dan diperkirakan jumlahnya akan terus bertambah,” kata Syarif, Selasa (13/6/2017).

Bahkan jumlah diprediksi bisa mencapai seribuan lebih.

Alasan orang tua memindahkan anaknya karena mereka ikut pindah atau pulag ke kampung halaman. Untuk membantu proses pengeluaran surat dengan cepat, Disdik menyiapkan 5 operator.

“Khusus rekomendasi untuk siswa kelas enam SD yang akan melanjutkan ke tingkat SMP di luar Batam, sedangkan rayon untuk siswa kelas 1-5 SD pindah sekolah ke SD luar Batam,” terang pria yang baru enam bulan menjabat ini.

Sementata itu, Kepala Bidang Pendidikan SMP, Hernowo menuturkan permintaan surat pindah rayon untuk SMP tidak sebanyak SD, hingga sekarang jumlah surat yang telah dikeluarkan mencapai 368 surat.

“Masih standar saja. Tidak terlalu banyak,” kata Hernowo.

Menurutnya permintaan ini bisa saja meningkat mengingat sudah diumumkannnya kelulusan tingkat SD kemarin. “Banyak yang pulang kampung dan kami telah memprediksi ini sebelumnya,” ujarnya.

Pantauan batampos.co.id (grup pojoksumut) di Kantor Dinas Pendidikan Kota Batam, antrean permintaan surat pindah rayon masih tetap ramai memasuki hari kedua. Ratusan orangtua telah mengantri di depan kantor Disidik Batam, tidak sedikit yang membawa serta anak mereka.

Sebagian orangtua juga telah mengajukan surat semalam sudah daftar,” kata Desma warga Aviari, Batuaji ini.

Perempuan yang sebelumnya berjualan di Pasar Seken, Aviari ini menuturkan bisanis dagangan yang ia jalani selama ini tidak berjalan seperti dulu lagi.

“Keadaannya sudah berbeda, sekarang lebih terasa sulitnya, kalau dulu masih bisa bertahan, tapi sekarang sepertinya mau lanjutkan di Medan Sumatera Utara saja,” kata perempuan penjual sepatu ini.

Dia menuturkan telah menjual seluruh aset termasuk barang dagangn kepada orang lain. Hasil itu dibawa ke kampung sebagai modal jualan. “Coba di kampung dulu lah,” kata dia.(cr17/jpg/nin)



loading...

Feeds