800 Kg Mi Berformalin Ditemukan di Siantar, Warga Ikut Resah

Ilustrasi
foto : pixabay

Ilustrasi foto : pixabay

POJOKSUMUT.com, SIANTAR-Temuan mengejutkan BBPOM Medan di Siantar. Pasalnya sebanyak 800 Kg mi berformalin diamankan dari empat lokasi di Siantar. Hal ini membuat warga setempat resah.

Robert Saragih warga Kecamatan Raya yang sering menikmati mie pansit di bilangan Simpang Empat Kota Siantar mengaku jadi khawatir terhadap kesehatannya. Pasalnya, minimal sekali dalam dua hari dirinya singgah di Siantar hanya untuk menikmati seporsi mie.

“Kadang bersama saudara-saudara, kita menikmati mi. Kalau ada formalinnya, jadi takut,” kata Robert, Selasa (12/6/2017), setelah mengetahui adanya penyitaan 800 Kg mie berformalin oleh BBPOM Medan.

Menurut Robert, Dinas Kesehatan seharusnya rutin melakukan pengawasan setiap makanan yang dikonsumsi masyarakat dan melarang beredar makanan yang mengandung zat berbahaya.

“Mi itu sudah jadi ciri khas Siantar. Dari mana-mana orang singgah di Siantar untuk menikmati mie. Simpang Empat merupakan lokasi yang paling terkenal,”katanya.
Sementara itu, Kadis Kesehatan Kota Siantar dr Ronald Saragih masih menunggu sanksi seperti apa dari BBPOM untuk pengusaha yang ketahuan menggunakan formalin.

“Kita tunggu dari BBPOM, kami tidak punya penyidik PNS. Kemarin itu kita hanya mengetes apakah mengandung formalin atau tidak. Namun mengenai berapa banyak formalin yang digunakan, pengukuran dari Medan,” katanya.

Ronald Saragih mengakui, temuan mi berformalin ini merupakan untuk kedua kalinya dalam kurung waktu dua tahun ini di Kota Pematangsiantar. Temuan pertama dilakukan pihak anggota Polisi Daerah Sumatera Utara (Poldasu).

“Kalau kita selalu melakukan pengawasan sekali tiga bulan. Namun waktu kita mengecek tidak berisi (mengandung formalin),”katanya.

Dijelaskan Ronal, makanan mengandung formalin tidak dapat diketahui secara kasat mata. Pihaknya mengimbau pengusaha untuk tidak menggunakan bahan-bahan berbahaya dalam makanan. Pihak apotik diimbau jangan sembarangan memberikan formalin. Dampak buruk bagi orang yang mengonsumsi makanan mengandung formalin dalam jangka panjang dapat menimbulkan penyakit kanker.
Pengawasan bagi penjual makanan tidak resmi, kata Ronald, tidak menjadi kewenangan Dinas Kesehatan. Pihaknya hanya bertugas mencegah penggunaan bahan zat kimia untuk makanan bagi usaha tak resmi. Pengawasannya dengan mengambil sampel secara rutin.

Dinas Kesehatan hanya melakukan pengawasan bagi produk makanan yang terdaftar, untuk yang tidak terdaftar diminta perangkat pemerintahan mulai tingkat paling rendah untuk ikut memantau.(pam/esa/ms/jpg/nin)



loading...

Feeds