Adik yang Disetubuhi Abang Semarga Itu Dinikahi, Duh Motifnya…

ilustrasi
pixabay

ilustrasi pixabay

POJOKSUMUT.com, SIBOLGA-Kasus persetubuhan terlarang yang dilakukan Riswan Ali Amran H (36) terhadpa adik semarganya, Senja, nama samaran (14) hingga hamil dan kini telah melahirkan, masih bergulir di Pengadilan Negeri (PN) Sibolga. Namun, hingga memasuki agenda pembacaan tuntutan, korban tak juga hadir di persidangan.

Informasi diperoleh New Tapanuli (grup pojoksumut), ternyata korban dinikahkan dengan terdakwa dengan harapan dapat meringankan hukuman. Seperti keterangan Jakasa Penuntut Umum (JPU) Tehe Aro Waruwu yang ditemui wartawan di PN Sibolga, rabu (14/6/2017), mengatakan bahwa korban sudah dinikahkan dengan terdakwa.

“Katanya sudah dinikahkan dengan adanya rekomendasi dari istri terdakwa untuk dibawa ke KUA (Kantor Urusan Agama),” ujarnya.

Dikatakan, hal ini jelas merupakan upaya hukum dari keluarga terdakwa agar hukuman terdakwa dapat diringankan atas kasus yang menjeratnya tersebut.

Diketahui, ditunggu hingga pukul 14.00 WIB, saksi korban tak juga hadir di ruang sidang utama (Cakra) PN Sibolga pada perkara dengan No.131/Pid sus/2017/PN-sbg yang ditangani Hakim Ketua Martua Sagala SH HM yang juga Ketua PN Sibolga dengan Hakim Anggota Bob Sadiwijaya dan Boy Jefry Paulus Sembiring.
Senada disampaikan Hakim Ketua Martua Sagala saat dikonfirmasi sebelum persidangan. Dia mengatakan bahwa hingga saat ini terdakwa yang merupakan warga Kecamatan Kolang, Tapanuli Tengah (Tapteng) ini masih ditahan di Lapas Sibolga. Namun, kemarin, keluarga terdakwa mengajukan izin keluar dari penjara untuk menjalani sidang di Pengadilan Agama agar terdakwa diizinkan berpoligami.

Begitu juga dengan informasi yang dihimpun New Tapanuli dari keluarga korban. Dikatakan, dua minggu lalu korban keluar dari rumahnya tanpa diketahui oleh orangtuanya dan warga sekitar.

Sementara anak hasil hubungannya dengan terdakwa Riswan Ali Amran H ditinggal begitu saja di rumah orang tuanya. Namun, setelah beberapa hari, keluarga terdakwa menginformasikan bahwa Senja ada pada pengawasan mereka.

Terpisah, Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) Arist Merdeka Sirait mengatakan, terkait upaya hukum yang dibuat oleh keluarga terdakwa dengan menikahkan anak di bawah umur dengan terdakwa tidak bisa dijadikan hakim untuk meringankan hukuman.

“Kasus ini jelas melibatkan anak di bawah umur yang masih memerlukan perlindungan hukum. Jangan keluarga terdakwa dengan seenaknya melanggar aturan dan norma yang berlaku, apalagi korban merupakan anak di bawah umur.

Kemudian, keduanya masih terikat hubungan satu marga. Sudah jelas tidak ada alasan pernikahannya menjadi sah dan hakim tidak bisa menjadikan hal ini meringankan hukuman terdakwa yang jelas sudah melanggar hukum, yakni Undangh-Undang Perlindungan Anak,“ tegasnya. (mis/ara/nt/msg/jpg/nin)



loading...

Feeds