Berbagi Berkah dengan Dhuafa di Bulan Ramadhan

POJOKSUMUT.com, MEDAN-Sekelompok pemuda menyalurkan bantuan kebutuhan pokok bagi masyarakat yang membutuhkan di Medan, Kamis (15/6/2017).

Ria salah satu yang menggagas ide ‘Berbagi Berkah Ramadhan’ ini, menuturkan aksi berbagi ini sebenarnya bukan kali pertama dilakukan. Sebab tahun lalu, program yang tidak berbeda juga dilakukan. Hanya saja tidak sebanyak penerima manfaat tahun 1438H.

Ini program keberlanjutan, Tahun lalu juga sudah ada. Hanya saja tahun ini, selain kegiatannya lebih banyak dan dikhususkan yakni program berbagi dengan anak-anak panti melalui program panti preneur, dan Berbagi Berkah Ramadhan yang ditujukan bagi orangtua seperti janda, fakir miskin, duafa,”ujarnya.
Ria juga menjelaskan, kegiatan berbagi ini murni dilakukan karena ketergerakan hati dari teman-teman yang memiliki prinsip sama. “Sama-sama pengen berbagi, Berfokus dan berfikir apa yang bisa diberikan pada orang disekitar kita dengan tujuan berkontribusi bagi masyarakat. Kita ajak teman-teman yang pengen gabung dan satukan kekuatan. Bareng-bareng. Kita pengen buktiin kalau kita bersatu, kebermanfaaatnnya akan lebih luas dan akan banyak pula yang menerima manfaatnya,” ujarnya. Apalagi sambung, di tengah kondisi ekonomi sekarang yang kurang baik.

Alween Ong meen, penggagas lain kegiatan ini menambahkan pihaknya mengaku senang terjun langsung karena melihat langsung para penerima yang tidak rumah, rumah yang tidak memiliki penerangan (listrik), tukang becak, tinggal di gubuk reyot, pemulung, janda tua yang tidak memiliki kerabat. Selain itu ada juga yang tinggal dibawah kolong jembatan.
“Penerima manfaat tidak hanya dari Medan. Karena ada juga di Deliserdang, Serdangbedagai, Tebingtinggi, Dolok Merawan, Desa Sarimah. Kita menyalurkannya sejak pekan pertama Ramadhan, totalnya ada sekira 360 paket,”ujarnya.
Penggagas lainnya, Rachmi menambahkan penerima manfaat ini banyak terharu, karena mendapatkan paket berkah Ramadhan. “Seperti di Dusun Dungun di Bedagai, ada nenek yang tinggal sendiri di gubuk kecil dan makanannya diberikan tetangganya. Usianya sudah 99 tahun, dan dia tidak punya anak,” ujar Rachmi. (nin/pojoksumut)



loading...

Feeds