Kalau Tetap di Lapas Malam Tadi, Mati Tenggelam Aku di Sano

Dinding Lapas yang roboh diterjang banjir.
foto : jambiindependent/JPG

Dinding Lapas yang roboh diterjang banjir. foto : jambiindependent/JPG

POJOKSUMUT.com, PERISTIWA jebolnya tembok bagian belakang Lapas Jambi sepanjang 60 meter diterjang banjir Rabu (14/6/2017) dini hari, masih menyisakan banyak persoalan.

Pengakuan para napi, mereka panik karena air cepat sekali masuk dan tingginya mencapai dada orang dewasa. Sebagian napi mengaku pilihan saat itu cuma dua, tewas tenggelam atau kabur menyelamatkan diri.
Mustika (25), warga Kecamatan Kotabaru, sekira pukul 21.00 diantar oleh pihak keluarga kembali ke lapas setelah sempat kabur dari lapas.

Iskowandi (42), kakak kandungnya, mengatakan Mustika tiba di rumah pada Rabu (14/6/2017) sekira pukul 17.00. Saat ia menanyakan kenapa adiknya itu sampai kabur, adiknya menjelaskan bahwa ia tak bermaksud melarikan diri.

“Aku mau balek lagi ke lapas, Bang. Kalau tetap di lapas malam tadi, mati tenggelam aku di sano,” kata Iskowandi menirukan ucapan adiknya itu.

Tindakan Mustika dan keluarganya itu disambut baik oleh pihak Lapas. “Karena dia (Mustika, red) menyerahkan diri, jadi kita tak akan memberatkannya,” kata salah satu petugas pada keluarga Mustika. Tak lama, Mustika pun dibawa ke dalam lapas.

Untuk diketahui, malam itu, Selasa (13/6/2017), hujan lebat ditambah angin kencang menerpa Kota Jambi. Sejak pukul 18.00 hujan lebat sudah mengguyur. Bukannya berhenti, namun sekira pukul 23.00 hujan justru tambah lebat. Informasi yang didapat, kondisi ini membuat blok bagian belakang lapas banjir hingga sebatas dada orang dewasa.

Untuk mengantisipasi hal yang tak diinginkan, petugas lapas kemudian membuka pintu sel agar para napi bisa pindah ke tempat yang lebih tinggi. Saat itu lah karena tak kuat menahan volume air, tembok lapas roboh.

Melihat peluang, sebanyak 52 napi melarikan diri. Meskipun bagian belakang lapas itu merupakan rawa, ditambah lagi air yang sudah tinggi, mereka tetap kabur. Modal nekat, para napi ini pun berenang dan melarikan diri.

Mengetahui kejadian ini, pihak lapas pun langsung berkoordinasi dengan kepolisian dan TNI. Tak lama, puluhan personel bersiaga di seputaran lapas. Ada juga yang langsung menyebar mengejar para pelarian. Pihak lapas juga langsung mengevakuasi 59 napi perempuan.

Kejadian ini jelas membuat heboh. Kapolda Jambi Brigjen Pol Priyo Widyanto dan pejabat utama, Kapolresta Jambi AKBP Fauzi Dalimunthe dan pejabat utama, serta Danrem 042/Gapu Kol Inf Rifrizal serta jajaran terlihat langsung meninjau kondisi lapas. Mereka sempat berdiskusi di depan lapas, mengenai langkah selanjutnya yang akan diambil.

Hingga siang hari, dikabarkan sudah 21 orang napi yang berhasil diamankan. Dari jumlah itu, dua orang napi menyerahkan diri. Sementara, 32 napi lainnya masih dalam pencarian. Data yang didapat Jambi Independent, napi yang sempat kabur dan diamankan ini mayoritas terjerat kasus narkoba.

Ada 17 nama yang berhasil didapat. Yakni, Ade Safriadi (narkoba), Jamal (narkoba), Kusmari (narkoba), Robi (narkoba). Kemudian Alexander (curanmor), Yauri (narkoba), Zainudin (narkoba), Hendra Sakti (narkoba), Haryanto (narkoba), Vicki Ramadhan (narkoba), Hendri (narkoba), Indra (jambret) dan Usman (narkoba). Lalu ada Suparman (narkoba), Agus Dinar Efendi (23), Riki Arison (narkoba), dan M Jalil (narkoba).

“Beberapa anggota kita ada yang terluka saat menangkap para napi, ini karena ada perlawanan,” kata Kapolda Jambi Brigjen Pol Priyo Widyanto, saat dikonfirmasi di Lapas Klas IIA Jambi sekira pukul 05.00.

Kata dia, untuk mengamankan lapas pihaknya sudah menurunkan 4 Satuan Setingkat Kompi (SSK) dari Polda Jambi, dan 1 SSK dari TNI. “Alhamdulillah, situasi di dalam lapas kondusif. Bisa didengar sendiri kan dari sini (luar, red) tidak ada ribut-ribut,” kata dia.

Dia melanjutkan, untuk menangkap para napi yang kabur ini, ada dua hal yang dilakukan. Penanganan terbuka dan tertutup. Terbuka, adalah personel berseragam lengkap yang sengaja diletakkan di tempat-tempat yang dianggap rawan pelarian. Tertutup, adalah tim dengan pakaian sipil yang melacak keberadaan para napi kabur ini.

Sementara itu, personel Ditsabhara Polda Jambi dipimpin Wadir Sabhara AKBP Siswoyo, memantau kondisi belakang lapas. Bersama beberapa anggota bersenjata, mereka menggunakan perahu karet menyusuri kawasan yang sudah digenangi air tersebut.

Polisi juga langsung menutup pintu keluar dari Kota Jambi. Satuan PJR Polda Jambi menggelar razia di perbatasan Jambi sekira pukul 05.30. Mereka menjaga di jalur perbatasan, Jambi-Palembang, Jambi-Riau dan Jambi-Sumatra Barat.
Kabid Humas Polda Jambi, AKBP Kuswahyudi Tresnadi mengatakan, operasi ini dilakukan untuk mencegah napi kabur keluar Jambi. “Usai kejadian langsung melakukan penjagaan di perbatasan Jambi,” katanya.

Dia juga mengatakan, Kapolda Jambi mengimbau kepada seluruh napi agar menyerahkan diri. “Jika tidak akan ditindak tegas,” kata dia.



loading...

Feeds

Resmi Menjanda Lagi, Musdalifah Bersyukur

POJOKSUMUT.com, MUZDALIFAH harus menerima kenyataan kembali berstatus janda. Pun demikian, dia mengaku bersyukur setelahPengadilan Agama Tangerang telah mencabut status pernikahannya …

Babak I : PSMS Vs Persita : 0-0

Dua menit kemudian, gelandang serang Persita Henry Rivaldi kembali lolos dari kawalan pemain PSMS, mampu melepaskan tendangan keras namun melenceng …