Awas! Kemenristekdikti Punya Alat Pendeteksi Plagiat Tulisan

Narasumber Prof Dr Saryono memberi penjelasan terkait penelitian dan pengabdian masyarakat kepada dosen-dosen UMSU pada Workshop dan Bedah Proposal Penelitian serta Pengabdian Masyarakat Kemenristekdikti tahun 2017 di Kampus Pascasarjana UMSU.

Narasumber Prof Dr Saryono memberi penjelasan terkait penelitian dan pengabdian masyarakat kepada dosen-dosen UMSU pada Workshop dan Bedah Proposal Penelitian serta Pengabdian Masyarakat Kemenristekdikti tahun 2017 di Kampus Pascasarjana UMSU.

POJOKSUMUT.com, MEDAN-Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) menggelar workshop dan bedah proposal penelitian serta pengabdian masyarakat Kemenristikdikti Tahun 2017.

Rektor UMSU Dr Agussani MAP melalui Wakil Rektor I Dr Muhammad Arifin Gultom SH MHum mengatakan, penelitian yang dibuat para dosen harus orisinal baik dalam pembuatan maupun data. Dengan kata lain, data seorang peneliti itu harus memerhatikan etika penelitian.

“Etika meneliti itu penting. Pasalnya, ada seorang doktor di PTN di Sumut yang melakukan pemalsuan data, sehingga diputuskan doktornya, karena ketahuan mengambil data orang lain yang tidak memuat sumber asli data. Karena itu dia berharap hal tersebut jangan sampai terjadi,” ungkap Arifin Gultom, Jumat (16/6/2017).

Diutarakannya, saat ini di Kemenristekdikti sudah ada alat untuk mendeteksi plagiat suatu tulisan. Makanya, perlu diingatkan kepada semuanya dan hindari perbuatan tercela yang bisa mengganggu budaya akademik yang sudah baik.

“Proposal yang masuk untuk periode ini ada sekitar 150 proposal di bidang esakta dan nonesakta. Dari banyaknya proposal tersebut diharapkan ketika dibedah ada perbaikan atau tambahan,” tuturnya,

Dia meminta agar dosen mampu memanfaatkan momen ini yang dilaksanakan selama dua hari. Ia juga berharap dari workshop dan bedah proposal ini bisa menjadi pintu masuk, proposal dari dosen bisa menang.

Workshop dan bedah proposal dihadiri Ketua LP2M UMSU, Dr Muhammad Said Siregar MSi, Sekretaris T Riza Zarzani MH Sedangkan narasumber disampaikan Prof Dr Saryono dari Universitas Riau (Unri) dan Prof Dr Khudzaifah Dimyati dari Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) yang keduanya merupakan reviewer nasional.

Muhammad Said Siregar mengatakan kegiatan ini sebagai upaya untuk membantu dosen agar membuat proposal yang berkualitas dan bisa didanai. Maka, kepada dosen peneliti diharapkan mematuhi segala peraturan salah satunya terkait upload proposal harus memerhatikan tanggal.

“Kegiatan ini sebagai upaya untuk membantu dosen agar membuat proposal yang berkualitas dan bisa didanai dari Kemenristik Dikti,” kata Said Siregar.

Dia mengatakan, pada umumnya yang diusulkan peneliti UMSU adalah penelitian dasar, penelitian terapan dan unggalan perguruan tinggi, strategi nasional (stranas) dan disertasi doktor.

“Kalau ketiga skim ini ada reviewer, kira-kira simpul-simpul mana yang harus diperbaiki dalam penulisan proposal,” imbuhnya. (fir/pojoksumut)



loading...

Feeds

Resmi Menjanda Lagi, Musdalifah Bersyukur

POJOKSUMUT.com, MUZDALIFAH harus menerima kenyataan kembali berstatus janda. Pun demikian, dia mengaku bersyukur setelahPengadilan Agama Tangerang telah mencabut status pernikahannya …

Babak I : PSMS Vs Persita : 0-0

Dua menit kemudian, gelandang serang Persita Henry Rivaldi kembali lolos dari kawalan pemain PSMS, mampu melepaskan tendangan keras namun melenceng …