Antisipasi Uang Palsu, Hindari Tukar Melalui Jasa Perorangan

Uang

Uang

POJOKSUMUT.com, MEDAN-Bank Indonesia Sumatera Utara (BI Sumut) mengimbau kepada masyarakat dalam melakukan penukaran uang agar ke lembaga resmi atau loket perbankan.
Karena, apabila dilakukan penukaran tidak kepada lembaga resmi memunculkan peluang terjadinya peredaran uang palsu.

“Walaupun lembaga tak resmi memperoleh uang baru dari kita maupun perbankan, belum tentu diketahui uang yang disediakan asli atau palsu,” ujar Kepala Kantor BI Sumut Arief Budi Santoso belum lama ini.

Dia melanjutkan, penukaran uang yang dilakukan masyarakat bukan per lembar tetapi dalam bentuk 1 pak (100 lembar). Sebab, mungkin saja uang yang ditukar lewat lembaga tak resmi diselipkan uang palsu.

“Kita bersama perbankan masih membuka layanan penukaran uang di Lapangan Benteng Medan hingga 22 Juni mendatang. Layanan penukaran uang itu bertujuan dalam rangka mencegah potensi terjadinya peredaran uang palsu di masyarakat, sekaligus juga menarik uang emisi lama,” sebut Arief.

Ia menambahkan, meski demikian pihaknya tak bisa melarang mereka yang melakukan jasa penukaran uang pecahan secara tidak resmi.

Sementara, salah seorang penyedia jasa penukaran uang, Uco mengaku, uang pecahan baru tersebut diperolehnya dari hasil menukar di Lapangan Benteng Medan. Kata dia, rata-rata semua jasa penukar juga demikian.

“Mana mungkin kami berani mengurangi jumlahnya atau bahkan menukar dengan uang palsu. Tujuan kami hanya mempermudah masyarakat yang tidak mau mengantri dan berpanas-panasan,” ucapnya. (fir/pojoksumut)



loading...

Feeds