Diberondong Tembakan, Susi Air Mendarat Darurat

 Kondisi pesawat Susi Air usai mendarat darurat setelah ditembak, Jumat (16/6) (cenderawasih pos/jawapos.com)

Kondisi pesawat Susi Air usai mendarat darurat setelah ditembak, Jumat (16/6) (cenderawasih pos/jawapos.com)

POJOKSUMUT.com, Musibah menimpa pesawat Susi Air jenis Pilatus. Pesawat dengan nomor register PK-BVC yang terbang dari Distrik Lumo terpaksa melakukan pendaratan darurat atau crash landing di Bandara Mulia, Kabupaten Puncak Jaya, Jumat (16/6), sekitar pukul 09.20 WIT.

Dilansir dari Cenderawasih Pos (Jawa Pos Group), pesawat yang dipiloti Steven, warga negara Australia dan membawa 7 orang penumpang (5 anggota Brimob dan 2 warga sipil) itu melakukan pendaratan darurat karena ditembak orang tak dikenal beberapa saat sebelum mendarat.

“Tembakan yang diarahkan ke pesawat mengenai lambung pesawat dan ban sebelah kanan. Pilot kemudian memutuskan mematikan mesin pesawat dan melakukan crash landing.”

“Tidak ada korban jiwa, pilot bersama 7 orang penumpang selamat,” ungkap Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol. AM Kamal kepada wartawan di Mapolda Papua, Jumat (16/6).

Pesawat Susi Air ini menurut Kamal, awalnya terbang ke Distrik Lumo sekitar pukul 08.50 WIT untuk menjemput logistik hasil PSU (pemungutan suara ulang) Pilkada Kabupaten Puncak Jaya serta personel Polri yang bertugas melakukan pengamanan PSU di Distrik Lumo.

Jarak terbang antara Mulia dengan Distrik Lumo menurutnya hanya sekitar 20 menit. Namun karena belum ada akses jalan yang menghubungkan Mulia ibukota Kabupaten Puncak Jaya dengan Distrik Lumo, maka digunakan jalur udara.

Dari Distrik Lumo, pesawat dengan nomor register PK-BVC kembali ke Mulia membawa logistik hasil PSU Pilkada Puncak Jaya. Pesawat tersebut juga membawa 5 anggota Brimob yang melakukan pengamanan PSU di Distrik Lumo dan 2 orang warga sipil.

“Namun saat akan mendarat sekitar pukul 09.20, pesawat ditembak orang tak dikenal. Salah seorang penumpang sempat mendengar 3 kali bunyi tembakan saat pesawat mau mendarat di ujung lapangan terbang. Tembakan diduga berasal dari ujung lapter sebelah kali,” tuturnya.

Setelah pesawat berhasil mendarat dengan kondisi ban sebelah kanan kempes, aparat Kepolisian menurut Kamal langsung memeriksa kondisi pesawat.

Dari hasil pemeriksaan ditemukan lubang pada badan pesawat bagian bawah di depan. Selain itu, juga terdapat bekar tembakan di velg pesawat.

“Pesawat kemudian dievakuasi dari landasan pacu menuju apron yang berjarak kurang lebih 300 meter dengan cara didorong oleh anggota TNI dan Polri bersama masyarakat,” tambahnya.

Saat ditanya mengenai pelaku penembakan, Kamal mengatakan, pihaknya masih melakukan penyelidikan.

Namun diduga kuat pelaku penembakan merupakan kelompok kriminal bersenjata atau KKB. Penembakan ini diduga kuat ada kaitan dengan pelaksanaan PSU Pilkada Puncak Jaya.

(fia/nat/sad/JPG/sdf)



loading...

Feeds