Selfie di Puncak Bukit, Masuk Jurang 100 Meter

Bukit Cumbri lokasi favorit untuk berswafoto. Seorang wisatawan terjatuh di tempat ini, Kamis sore (15/6). (ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)

Bukit Cumbri lokasi favorit untuk berswafoto. Seorang wisatawan terjatuh di tempat ini, Kamis sore (15/6). (ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)

 

POJOKSUMUT.com, Menikmati keindahan pemandangan alam bukit Cumbri, Desa Biting, Kecamatan Purwantoro memang membuat betah. Tapi, ketika tidak berhati- hati, bisa menjadi musibah.

Adalah Wahyu Susanto, 26, harus mendapat peratawan medis karena me ngalami cedera serius pada tulang lehernya. Warga Desa Kadipiro, Kecamatan Bejen, Kabupaten Karanganyar ini terjatuh ke jurang sedalam 100 meter di bukit Cumbri, Kamis (15/6).

Wahyu dan rekannya Ali, 26 warga Segarong, Kecamatan Puhpelem naik ke bukit Cumbri sekitar pukul 15.00. Sesampainya di puncak bukit, Wahyu yang baru saja mudik dari Jakarta ini berswafoto sekaligus ngabuburit.

Jepretan pertama, kedua, dan ketiga tidak ada masalah. Hingga menjelang berbuka puasa sekitar pukul 17.30, dia terpeleset dan jatuh ke jurang sedalam 100 meter. Ali yang panik berusaha mencari lokasi Wahyu terjatuh tapi gagal.

Dia kemudian menelepon rekan lainnya Arif warga Desa Bakalan, Kecamatan Purwantoro. Ali dan Arif bertemu di lereng timur kawasan Cumbri dan kembali melakukan pencarian.

Namun, lagi-lagi usaha tersebut gagal. Mereka kemudian meminta pertolongan warga sekitar.

”Kita mendapat laporan (wi – sa watan terjatuh,Red) lalu bersama warga dan relawan melakukan pencarian,” ujar Kepala Desa Biting, Kecamatan Purwantoro Masenianto, Jumat (16/6).

Kondisi bukit Cumbri yang cukup terjal menyulitkan pencarian. Namun, warga dan relawan tak menyerah. Sekitar pukul 19.00, Wahyu ditemukan tersangkut dahan pohon dan segera dievakuasi menuju rumah warga untuk mendapatkan pertolongan awal.

”Ditandu pakai jarit secara bergantian oleh warga dan relawan,” ujar Masenianto. Kapolres Wonogiri AKBP Mohammad Tora melalui Kapolsek Purwantoro AKP Haryanto menuturkan, setelah dibawa ke rumah warga sekitar, Wahyu dibawa ke Rumah Sakit Amal Sehat Slogohomimo.

Humas Rumah Sakit Amal Sehat Slogohimo Imawan Haris Nursalim mengatakan, Wahyu masuk Instalasi Gawat Darurat (IGD) sekitar pukul 21.34 dalam kondisi lemah dan kritis.

”Setelah dicek tim medis dipimpin dokter Muhammad Basroni dan sesuai hasil CT scan dan rontgen, Wahyu mengalami cedera serius pada tulang leher dan tulang punggung,” ungkap Imawan.

Menurutnya, kondisi Wahyu mulai membaik. Hanya saja harus segera dirujuk ke rumah sakit yang memiliki fasilitas bedah tulang.

Namun, hingga kemarin, pasien rumah sakit dengan fasilitas bedah tulang penuh sehingga Wahyu belum bisa dirujuk.

”Penanganan medis dan terapi dari kami sudah maksimal. Cederanya harus segera mendapatkan penanganan lebih lanjut,” ujar Imawan.

(kwl/wa/JPG/sdf)



loading...

Feeds