Tegas! Ini Harapan Korban di Sidang Oknum TNI AU Penganiaya di Bentrok Sarirejo

Demo jurnalis di Medan  terkait aksi kekerasan TNI AU dalam liputan bentrok dengan warga Sari Rejo. Saat ini, dua oknum TNI AU telah ditetapkan jadi tersangka.
 foto : ring/pojoksumut

Demo jurnalis di Medan terkait aksi kekerasan TNI AU dalam liputan bentrok dengan warga Sari Rejo. Saat ini, dua oknum TNI AU telah ditetapkan jadi tersangka. foto : ring/pojoksumut

POJOKSUMUT.com, MEDAN-Secercah harapan tentang tegaknya keadilan datang dari kasus kekerasan terhadap beberapa jurnalis di Medan oleh oknum TNI AU pada 15 Agustus 2016 lalu. Senin, (19/6/2017) kasus ini bakal disidang.

Informasi ini diketahui berdasarkan surat panggilan sebagai saksi (korban) kepada dua jurnalis yang dianiaya yakni Aray dan Teddy yang diterima mereka tertanggal 12 Juni 2017 lalu. Pelaku yang akan duduk di kursi pesakitan akhirnya terkuak yaitu Pratu P. Sihombing.

Sidang yang akan digelar di Pengadilan Militer I-02 Medan Jalan Ngumbang Surbakti Medan ini terjadwal digelar pada pukul 11.00 WIB.

Pun demikian, sidang ini tak lantas menjawab rasa keadilan, mengingat hanya ada satu pelaku dan dua saksi korban yang dipanggil. Padahal, saat kejadian setidaknya ada lebih dari satu pelaku dan korban.

Dari kalangan jurnalis misalnya, selain Aray dan Teddy ada Safrin juga seorang jurnalis perempuan A, yang tidak hanya mengalami kekerasan tapi juga pelecehan seksual.

Selama ini, kasus ini terkesan sangat lambat. Ini bisa dilihat dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Medan sebagai kuasa hukum enam jurnalis yang dianiaya tidak pernah mendapat respon atau laporan perkembangan penyelidikan pasca pemeriksaan korban oleh POM AU tahun lalu.

Begitu pun dengan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) tidak mendapat informasi apapun dari TNI AU terkait perkembangan kasus ini. Padahal LPSK sudah menyurati TNI AU bahwa 3 dari 7 jurnalis yang menjadi korban kekerasan berada dalam perlindungan mereka.

Aray, salah satu korban kepada pojoksumut.com berhadap sidang ini bisa memberikan rasa keadilan.

“Jangan hanya sebatas seremonial saja, seolah-olah ingin memperlihatkan keseriusan tapi kenyataannya tidak. Saya juga ingin menjelaskan, bahwa sepanjang proses penanganan kasus ini, penyidik terkesan tidak profesional. Mulai dari maladministrasi dan tidak transparan dalam perkembangan penyidikan,” ungkapnya, Sabtu (17/6/2017).

Aray mengakui mengapa kasusnya dan Teddy yang naik ke persidangan, dirinya tak begitu tahu. Hanya saja, dia memastikan saat kejadian ada saksi yang melihat dirinya dna Teddy dianiaya.

“Sementara kasus yang lain, mereka berdalih tidak ada saksi yang melihat. Satu lagi, kasus ini berjalan karena saya ingat satu nama dari banyak pelaku, jadi mereka tak bisa mengelak. Besar harapan saya, kasus lain yang menimpa rekan jurnalis juga disidangkan. Saya berharap Panglima TNI bisa memberikan sanksi tegas pada para pelaku,” bebernya.



loading...

Feeds

Resmi Menjanda Lagi, Musdalifah Bersyukur

POJOKSUMUT.com, MUZDALIFAH harus menerima kenyataan kembali berstatus janda. Pun demikian, dia mengaku bersyukur setelahPengadilan Agama Tangerang telah mencabut status pernikahannya …

Babak I : PSMS Vs Persita : 0-0

Dua menit kemudian, gelandang serang Persita Henry Rivaldi kembali lolos dari kawalan pemain PSMS, mampu melepaskan tendangan keras namun melenceng …