Innalillahi…Mobil Sang Profesor Tabrak Truk di Tol, Istri dan Putrinya Tewas

Mobil yang ditumpangi korban mengalami rusak parah.

Mobil yang ditumpangi korban mengalami rusak parah.

POJOKSUMUT.com, MAKASSAR-Kecelakaan maut terjadi di Jalan Tol Reformasi, Makassar, Minggu (18/6/2017). Mobil yang ditumpangi Prof Kamal Amir, guru besar Guru Besar FMIPA Universitas Hasanuddin (Unhas).

Akibatnya, istri Hamsiah dan anaknya bernama Indria Pratiwi meninggal pasca-kejadian. Kecelakaan terjadi ketika mobil Inova berwarna metalik dengan nomor polisi (nopol) DD 1495 SD begitu saja menabrak sebuah truk yang di depannya.

Nahas bagi mobil Inova itu, body mobil rusak berat akibat benturan keras.

Kabar ini dibenarkan Ishaq, Humas Unhas.

“Rekan-rekan, kami informasikan, yang mengalami kecelakaan di jalan tol adalah Prof Kamal Amir. Kondisi beliau luka-luka, saat ini ada di RS Sayang Rakyat,” terang Ishaq kepada media.

“Istri beliau meninggal dunia di lokasi kejadian. Anak kedua beliau baru beberapa menit lalu juga meninggal. Anak pertama beliau kini sedang di bawa ke RS Wahidin untuk penanganan lebih lanjut. Informasi dari Dekan MIPA,” tutup Ishaq.

Kondisi Prof Kamal dikabarkan tidak terlalu parah. Anak pertamanya pun saat ini menjalani perawatan intensif tim medis RS Wahidin.

Dari informasi yang dihimpun sebelum kecelakaan maut tersebut, ternyata Prof Kamal sekeluarga sempat berada di Mall Panakukang (MP) di Jalan Pengayoman, Makassar.

Ishaq, mengatakan, tidak ada info yang pasti akan dari mana dan mau ke mana Prof Kamal saat itu. Akan tetapi, dari berbagai keterangan dosen, Prof Kamal sempat ke mal bersama keluarga.

“Saya belum dapat info pasti, tapi dari keterangan beberapa dosen tadi siang, ada rekan dosen bertemu beliau di Mall Panakukang. Katanya beliau antar istri dan anak belanja,” terang Ishaq.

Ishaq melanjutkan, Prof Kamal diduga melalui jalan Tol Reformasi untuk pulang ke rumahnya yang terletak di Sudiang.

“Korban sekeluarga tinggal di Bumi Permata Sudiang. Jadi, besar kemungkinan dalam perjalanan pulang lewat tol. Biasanya warga Sudiang memang lebih senang lewat tol untuk hindari macet dan kepadatan di Jalan Perintis,” ungkap Ishaq. (faisal/inikata/fo/fajar/nin/pojoksumut)



loading...

Feeds