Menang Telak Atas PSGL, Pelatih PSMS Beber Masih Banyak Kelemahan Timnya

Skuad PSMS mendapat arahan dari Pelatih Mahruzar Nasution di Stadion Kebun Bunga.
foto : dok/pojoksumut

Skuad PSMS mendapat arahan dari Pelatih Mahruzar Nasution di Stadion Kebun Bunga. foto : dok/pojoksumut

POJOKSUMUT.com, MEDAN-PSMS Medan mencatat kemenangan dalam laga uji coba kontra PSGL Gayo Luwes di Stadion Mini Kebun Bunga Medan, Senin (19/6/2017) sore dengan skor 4-1.

Ini bakal menjadi modal penting untuk mengarungi lanjutan Kompetisi Liga 2, Juli 2017.

Dalam uji coba kali ini, PSMS Medan unggul di menit 3 babak pertama lewat gol Dwi Chandra. Lima menit berselang, skuad asuhan pelatih Amrico membalas lewat gol Sutrisno. Gol M Zulfikar menutup babak pertama 2-1. Di babak kedua, Gil Reza Pahlevi Maldini Sitorus dan Williyando memperbesar keunggulan PSMS Medan.

Namun, satu gol PSGL memecahkan rekor gawang PSMS yang selama ini cleansheet alias tak kebobolan baik di laga resmi Liga 2 dan di empat laga coba sebelumnya.

Meski menang, Pelatih PSMS Medan, Mahruzar Nasution kembali mengeluhkan performa pemainnya. Satu gol lawan yang berhasil bersarang disebut terjadi karena skema transisi negatif (menyerang ke bertahan) tidak berjalan baik.

“Kebocoran satu gol tadi karena transisi negatif tidak berjalan. Tidak ada yang blokir ketika penetrasi cepat lawan, semua menonton nggak ada yang menghalau,” ujarnya.

Selain itu, penyelesaian akhir juga masih banyak kelemahan. Frets Butuan yang memiliki banyak peluang tidak maksimal melakukan finishung. “Frets banyak peluang, tapi finishing tak maksimal,” ucap personel TNI AD berpangkat Kapten Infanteri.

Mahruzar memang cukup kritisi dengan penampilan skuadnya di laga ini. Pasalnya, laga uji coba tersebut menjadi tolak ukur kesiapan Legimin Rahardjo dkk menghadapi PSPS Pekanbaru, 8 Juli 2017 mendatang.

“Permainan masih jelek, seperti anggap remeh terhadap lawan. Mereka juga kurang konsentrasi dalam pertandingan. Ya mungkin karena sedang puasa. Intinya permainan masih sangat lemah,” katanya.

Di sisi lain, Skuad PSMS Medan yang akan diliburkan mulai 22 Juni dan kembali berlatih sepekan setelahnya (29/6/2017) juga menjadi masa-masa yang krusial untuk kesiapan tim lantaran bebas dari latihan rutin. Untuk itu Mahruzar punya cara tersendiri. “Kami akan bentuk tim memonitor pemain selama libur. Kami akan telepon, instruksikan latihan yang harus dijalani pemain,” ungkap mantan asisten pelatih timnas U-16 dan U-19 tersebut.(nin/pojoksumut)



loading...

Feeds