Gala Premiere Film Jailangkung di Medan, Para Pemeran Berbagi Kisah Mistis

Para pemain  Jailangkung saat temu pers premier film ini di Medan, Rabu (21/6/2017).
foto : nin/pojoksumut

Para pemain Jailangkung saat temu pers premier film ini di Medan, Rabu (21/6/2017). foto : nin/pojoksumut

POJOKSUMUT.com, MEDAN-Para pecinta film bergenre horor karya anak negeri kini punya pilihan terbaik untuk ditonton di libur Lebaran tahun ini. Adalah Jailangkung yang dulu sempat booming di tahun 2001, kembali muncul setelah 16 tahun kemudian dengan ide cerita dan pemain yang berbeda. Dan, yang paling menonjol dengan tagline baru dari yang biasa dilafalkan.

Apa itu? Ya Mantra. Jika selama ini Jailangkung dikenal dengan slogan ‘datang tak dijemput pulang tak diantar, kini berubah lebih horor. Jailangkung kini diidentikan dengan ‘datang gendong, pulang bopong, dan jangan pernah membaca mantranya’.

Ini berhasil memberi kesan horor sekaligus penasaran bagi para penonton yang hadir dalam Gala Premiere Film Jailangkung pada Rabu (21/6/2017) sore di XX1 Ringroad Citywalk, Medan.

Kota Medan merupakan kota ketiga, setelah Jakarta dan Bandung. Kehadiran empat cast atau pemeran dalam Gala Premiere film yang disutradarai oleh Rizal Mantovani dan Jose Poernomo itu pun menjadi magnet bagi para penikmati film di Medan. Mereka adalah Jefri Nichol, Hannah Al Rashid, dan Augie Fantinus juga turut hadir di dalam bioskop, menonton bersama penonton.

Amanda Rawles (berperan sebagai Bella) mengaku ini merupakan film bergenre horor pertama kali yang diperankan. “Rasanya ya horor juga, karena selama ini cenderung bermain film drama,” katanya dalam temu pers Gala Premier film Jailangkung.

Bukan perkara mudah bagi Amanda untuk bisa mendapatkan karakter seram. “Saya harus menghabiskan waktu dua jam untuk satu scene ketakutan. Itu sulit sekali, karena enggak pernah main film horor. Jadi sebelumnya, cari referensi film horor lainnya,” lanjutnya.

Film yang menghabiskan waktu syuting selama 26 hari dengan beberapa titik lokasi yang berbeda-beda kota inipun tak lepas dari kejadian berbau mistis.

Para pemain merasakan betul hal tersebut. Meskipun Hana Al Rasyid (berperan sebagai Angel) lebih melihat peristiwa mistis itu sebagai faktor human error.

“Ada salah satu adegan ketika kami bermain Jailangkung bertiga. Usai mengucap mantra, tiba-tiba besi dari atas jatuh dan mengenai salah satu kepala dari kami. Saya pikir itu human eror,” ungkap Hana tak ingin terlalu terbawa mistis.

Para pemain Jailangkung saat temu pers premier film ini di Medan, Rabu (21/6/2017).
foto : nin/pojoksumut

Pun diakuinya, ada juga kejadian yang tak lagi bisa disebut human error. Misalnya, yang dialami para kru film. Ada yang kesurupan, dan saat ada scene di rumah sakit, setiap memencet nomor room di lift selalu dibawa ke kamar yang ada mayatnya. “Dan, satpam di tempat kita syuting menyebut memang ada hantu anak kecilnya,” jelasnya.

Berbeda dengan Hana, Jefri Nichol yakin sekali semua yang dialami saat syuting benar-benar mistis, termasuk saat besi yang jatuh tersebut.



loading...

Feeds