Tragis! Tiga Bocah Diseruduk Truk, Satu Diantaranya Meninggal Dunia

Jenazah korban yang terbaring kaku setelah ditabrak truk, Rabu (21/6/2017).
foto : metrotabagsel/JPG

Jenazah korban yang terbaring kaku setelah ditabrak truk, Rabu (21/6/2017). foto : metrotabagsel/JPG

POJOKSUMUT.com, SIDIMPUAN-Insiden maut menimpa tiga warga bocah Desa Parahu, Kecamatan Batang Onang, Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta), Rabu (21/6/2017). Mereka adalah Rahmat Soleh Nasution (14), Sakban Lubis (10) dan adiknya, Rahmat Lubis (5) diseruduk truk yang dikemudikan Roy Siregar di Jalan Lintas Pasar Matanggor-Sosopan.

Sungguh malang, satu diantaranya bernama Rahmat Lubis tewas meski sempat dibawa ke IGD Rumah Sakit Umum Daerah Kota Padangsidimpuan. Dia tak terselamatkan karena luka yang fatal pada sekujur tubuhnya.

“Anakku, anakku. Ipe Anakku. Hoi na ancit ma dongan on. (Anakku, anakku. Itupun anakku. Aduhai, sakitnya yang kurasakan ini),” sebut Amal Lubis, menunjuk anak-anaknya yang menjadi korban kecelakaan itu saat berada di IGD RSUD Kota Padangsidimpuan dan dalam penanganan dokter serta perawat di tempat itu.

Di samping anaknya Sakban yang selamat, ada istrinya Elida Harahap yang juga lirih menangis dan menahan rontaan anaknya yang kesakitan. Sebab mendapati luka patah pada lutuh kaki kanannya, di samping luka-luka yang lainnya.

Dari catatan dokter IGD, dr Hanif dan dari laporan petugas Polisi dari Unit Laka Lantas Polres Tapsel memaparkan secara singkat beberapa luka yang dialami para korban. Masing-masing; Sakban (10) mengalami luka lecet tak beraturan di pipi kanan dan kiri. Luka lecet di kepala belakang, memar di bibir, lecet pada tangan kiri dan luka robek pada lutut kanan. Tungkai bawah kaki kanan yang bengkak serta patah tertutup pada kaki kanan.
Korban meninggal, Rahmat Lubis (5) mengalami luka yang paling parah di antaranya, robek tak beraturan pada selangkanan kanan, luka robek pada lengan kiri dan lecet di kening dan sekujur badan.

Sedangkan Rahmad Soleh Nasution (14), remaja yang mengemudikan Honda Revo tanpa TNKB itu mengalami luka berat pada rahangnya. Selain itu, ada luka lecet di beberapa bagian tubuh remaja yang duduk di bangku SMP ini.

“Dia (Korban meninggal) ini anak yang terakhir, itu (Sakban) di atasnya. Mereka ada empat. Sebenarnya mereka habis mandi di sungai Siapas, karena kemarau, sumur di rumah kering. Jadi mereka naik motor ke sungai sana,” terang nenek korban yang juga menahan tangis.

Kanit Lantas Polsek Gunungtua, Iptu Eka Wahyudi dari personelnya, Alex Panjaitan menerangkan kronologis kecelakaan itu berlangsung saat dumptruk berwarna kuning yang memuat pasir dan batu dan dikemudikan Roy Siregar itu datang dari Aek Godang melaju kencang saat jalan posisi menurun.

Namun, di tengah jalan hendak menanjak, truk kemudian mengambil posisi jalan dari jalur kanan yang saat itu dari arah berlawanan atau dari arah Sosopan, kendaraan Sepedamotor Honda Revo yang dikendarai bertiga oleh Rahmad Soleh, Sakban dan Rahmad Lubis juga datang dari arah berlawanan. Kecelakaan laga kambing tak lagi terhindarkan. “Sama sama tanpa TNKB kendaraan ini,” terangnya. (san/metrotabagsel/JPG/nin)



loading...

Feeds