Polda Sumut Gerebek Percetakan Buku Bersampul ISIS di Jalan SM Raja

Rumah salah satu pelaku penyerangan Mapolda Sumut di Jalan Pelajar Medan.
foto : han/dek/sumutpos/jpg

Rumah salah satu pelaku penyerangan Mapolda Sumut di Jalan Pelajar Medan. foto : han/dek/sumutpos/jpg

POJOKSUMUT.com, MEDAN-Dugaan kuat dalang pelaku penyerangan di Mapolda Sumut yang menewaskan seorang polisi dan seorang pelaku terus tertuju ke ISIS. Ini diperkuat dengan temuan sejumlah alat bukti yang menunjukkan pelaku masuk jaringan teroris.

Seperti video-video yang tayangannya anak-anak diajari berperang, dan dokumen ajaran ISIS.

Setelah menggeledah rumah salah seorang pelaku di Jalan Pelajar Timur, petugas langsung melakukan pengembangan ke sebuah percetakan di Jalan Sisingamangaraja setelah penemuan buku berlogo ISIS.

Namun, tiba di lokasi, percetakan tersebut dalam keadaan tertutup. Dengan terpaksa polisi pun mendobrak pintu.

Di sini petugas mengamankan sejumlah buku yang diduga berlogo ISIS dan sejumlah plat yang digunakan untuk cetak buku. Polisi sempat mencari pemilik percetakan yang disebut-sebut dengan inisial UL, namun tidak ada di lokasi.

Kabid Humas Polda Sumut Kombes Rina Sari Ginting mengatakan, penggeledahan itu dilakukan berawal dari ditemukannya sejumlah buku yang diamankan dari kediaman pelaku.

“Dari rumah pelaku, petugas melakukan pengembangan, hingga dilakukan penggeledahan di percetakan yang di dalamnya mencetak buku-buku yang depannya bersampul logo ISIS,” terangnya.

Kemudian, lanjut Rina, petugas pun menyita barang bukti tersebut untuk ditindaklanjuti.

Pantauan di lokasi, toko percetakan juga menjadi tontonan warga sekitar. Petugas dengan senjata laras panjang pun melakukan penjagaan di toko percetakan tersebut.

Sementara itu, Kapoldasu Irjen Rycko Amelza Dahniel turun ke lokasi kediaman salah satu pelaku, Salawudin Pakpahan di Jalan Pelajar Timur, Gang Kecil, Kelurahan Binjai, Kecamatan Medan Denai, Minggu (25/6/2017) siang.

Kapoldasu menyebutkan, hingga kini pihaknya telah mengamankan istri pelaku bernama Masni boru Damanik (40) dan 4 anaknya, 3 cewek dan seorang laki-laki.

“Semuanya masih dimintai keterangan di Mako Brimob,” ujar Kapoldasu, Minggu (25/6/2017).

Kapoldasu juga menegaskan, pihaknya sudah berkordinasi dengan Kapolri dan Densus 88 untuk melakukan pengembangan guna mengungkap jaringan lainnya.

“Tidak tertutup kemungkinan ada terduga lainnya. Jadi saat ini tim lagi melakukan pengembangan,” paparnya. (han/dek/sp/jpg/nin)



loading...

Feeds

3.457 Mahasiswa USU Diwisuda

"Dari 3.457 orang lulusan USU tersebut ini terdiri dari 1.248 orang pria (36,10%) dan 2.209 orang wanita (63,90%)," sebut Runtung.