Jenazah Terduga Teroris Ditolak Warga, Akhirnya Diginiin

POJOKSUMUT.com, MEDAN-Jenazah teroris penyerangan Markas Polda Sumatera Utara (Mapolda Sumut), Ardial Ramadhana akhirnya dikuburkan di tempat pemakaman kakek, nenek dan abangnya, Rabu (28/6).
Pemakaman tersebut terletak di Pekuburan Muslim Kemiri, Jalan Kemiri Kecamatan Medan Kota.
Penggali kubur di pemakaman tersebut, Em mengatakan, jenazah dikuburkan oleh kerabatnya dengan kawalan petugas kepolisian. Proses pemakaman berlangsung dengan cepat dan singkat.
“Prosesnya berlangsung begitu cepat,” tuturnya.
Menurut dia, Ardial dikuburkan dalam satu liang dengan kakek, nenek, dan abangnya. Kakek pelaku adalah warga sekitar kuburan.
Sebelumnya, Warga Jalan Makmur Dusun V Desa Sambirejo Timur, Kecamatan Tembung, Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara, menolak jenazah Ardial dikuburkan di daerah tersebut.
Dengan mengendarai sepeda motor dan berjalan kaki, warga pun berkumpul di dekat rumah orang tua Ardial Ramadhana di Gang Dahlia 33. Warga juga membawa kain putih bertuliskan kalimat penolakan terhadap kedatangan jenazah Ardial untuk dimakamkan.
Ketua Lembaga Ketahanan Masyarakat Desa Sambirejo Timur, Pujiono (50) mengatakan, bahwa aksi yang dilakukan warga secara spontan dan merupakan bentuk nyata penolakan warga terhadap ISIS.
“Kami enggak terima ada teroris tinggal di kampung ini. Kami juga enggak mau masyarakat berpikir kalau kampung kami tempat teroris,” cetus Pujiono.
Menurut dia, perbuatan almarhum Ardial mencoreng nama baik Dusun V Desa Sambirejo.  Kata dia, aksi teror tidak dapat dimaafkan ataupun ditolerir.
“Kami dapat informasi katanya jenazah hari ini diserahkan. Terus terang saja, kami menolak jenazah dibawa ke kampung ini,” sebut Pujiono.
Hal senada diutarakan Pangihutan Nainggolan (66), yang merupakan bilal mayat di daerah tersebut. Disebutkannya, perbuatan teror sama sekali tidak dapat diterima umat islam.
“Saya selaku bilal di desa ini dengan tegas tidak akan mensalatkan jenazah teroris. Apapun ceritanya, jenazah teroris itu harus dibawa pergi dari kampung ini,” ungkap Pangihutan.
(fir/sdf)


loading...

Feeds