Remaja Medan Itu Akhirnya Ditemukan Mengambang di Perairan Danau Toba

Jenazah korban ditemukan, Jumat (30/6/2017).
foto : Metrosiantar/JPG

Jenazah korban ditemukan, Jumat (30/6/2017). foto : Metrosiantar/JPG

POJOKSUMUT.com, SIMALUNGUN-Proses pencarian terhadap Muhammad Ridwan (Dion) (18), warga Medan yang hilang sejak Rabu (28/6/2017) sekira pukul 16.00 WIB berbuah hasil. Sayangnya, korban ditemukan dalam kondisi telah meninggal dunia, Jumat (30/6/2017).

Penemuan ini kurang lebih 29 jam sejak korban dilaporkan hilang. Jasad korban ditemukan sudah dalam keadaan mengambang dan sudah merenggang nyawa di permukaan air Danau Toba, sekitar 15 meter dari titik dimana korban dilaporkan terakhir kali terlihat oleh pihak keluarga.

Menurut laporan dari pihak Basarnas Parapat, pertama kali Jasad korban diketahui sudah muncul dipermukaan air Danau Toba, dilihat oleh salah seorang pihak keluarga, yang kemudian melaporkannya ke pihak Basarnas Parapat dan Polsek Parapat. Selanjutnya, pagi itu juga pihak Basarnas langsung mengevakuasi jasad korban ke daratan.

Keterangan tersebut diperoleh METRO SIANTAR (grup pojoksumut) langsung dari Kepala Basarnas Parapat, Torang M Hutahaean via seluler, Jum’at (30/6/2017) sekira pukul 10.00 WIB, yang mengatakan, “Benar, korban Dion sudah diketemukan dalam keadaan sudah meninggal dunia. Jenazah sudah kita evakuasi ditengah Danau jarak 15 meter dari tempatnya terakhir terlihat,” kata Torang singkat.

Sementara itu Kapolsek Parapat AKP Hitler Sihombing juga membenarkan telah diketemukan jenazah Mugammad Ridwan yang sudah dalam keadaan meninggal dunia. Saat ini korban sudah dibawa pulang menuju rumah duka di Medan oleh pihak keluarga.

Seperti diberitakan sebelumnya, Muhammad Ridwan (18) Warga Jalan Setia Budi Medan, Kamis (29/6/2017) dilaporkan hilang dan tidak diketahui keberadaannya sejak Rabu (28/6/2017) di Lokasi Objek Wisata Parapat, tepatnya di sekitar pantai Gotel Inna Parapat, Kelurahan Parapat, Kecamatan Girsang Sipangan Bolon.

Dion, panggilan akrab Muhammad Ridwan dilaporkan hilang oleh pihak keluarganya pada Rabu (28/6) sore setelah keluarga tidak mendapatkan keberadaan Dion.

Dalam laporan pihak keluarga, Dion yang memiliki tinggi badan 160 cm, tubuh kurus, rambut pendek, memakai celana pendek biru tidak pakaai baju dan hanya menggunakan itu memiliki riwayat keterbelakangan mental (penyakit autis). Namun Dion menurut keluarga mengerti bicara. Dion, terakhir kali terlihat saat berenang di Pantai sekitar Hotel Inna Parapat, pada Rabu (28/6/2017) sekira pukul 16.00 WIB.

Informasi yang dihimpun sebelumnya, Dion yang merupakan warga Medan itu, pada Rabu (28/6) sekira pukul 05.30 WIB, bersama rombongan dari Medan dengan menggunakan Mobil Hyundai Trajet B 1706 KYA, berangkat menuju Parapat untuk liburan. Sekira pukul 12.00 WIB, rombongan Dion tiba di Mess Tamora Parapat. Selang beberapa jam kemudian, tepatnya pukul 15.30 WIB, Dion dan rombongan pun pergi menuju Pantai Mess Tamora Parapat.

Saat sedang berenang itulah, Wiwin salah seorang pihak keluarga melihat Dion berenang di Pantai Mess Tamora menuju kerah Pantai sekitar Hotel Inna Parapat. Saat itu diperkirakan sekitar pukul 16.00 WIB, dan pihak keluarga tidak melihat lagi keberadaan Dion disekitar lokasi terakhir Dion terlihat. Kemudian Wiwin pun mencoba mencari-cari Dion disekitar pantai Mess Tamora dan Pantai Inna Hotel Parapat, namun tak kunjung ditemukan.

Akhirnya keluarga pun melaporkan peristiwa kehilangan tersebut ke Pihak Parapat dan Basarnas Parapat. Saat dikonformasi Kapolsek Parapat AKP Hitler Sihombing, via seluler membenarkan adanya keluarga yang melaporkan telah kehilangan anggota keluarganya. Dan sejak saat itulah pihak Basarnas Parapat dan Polsek Parapat berusaha melakukan upaya pencarian didarat dan di Danau Toba, namun belum membuahkan hasil, hingga Jum’at (30/6) sekira pukul 07.30 WIB, Dion ternyata hilang tenggelam didalam Danau Toba dan diketemukan sudah dalam keadaan meninggal dunia. (adi/MS/jpg/nin)



loading...

Feeds