Rebut Kota Mosul, Irak Klaim Kemenangan dari ISIS

 Anggota Polisi Federal Iraq berpatroli di Mosul setelah jantung kekuatan ISIS itu berhasil ditaklukkan tentara Iraq. (Ahmed Jadallah/REUTERS)

Anggota Polisi Federal Iraq berpatroli di Mosul setelah jantung kekuatan ISIS itu berhasil ditaklukkan tentara Iraq. (Ahmed Jadallah/REUTERS)

 

POJOKSUMUT.com, Kota Mosul, ibu kota Provinsi Nineveh, akhirnya kembali ke pangkuan Iraq. Kemarin (29/6) Perdana Menteri (PM) Haider Al Abadi mendeklarasikan kemenangan pasukannya atas ISIS (alias Daesh dalam bahasa Arab).

Pertempuran sengit selama delapan bulan itu akhirnya usai setelah Masjid Al Nuri berhasil dikuasai pasukan Iraq.

”Negara fiksi yang mereka deklarasikan dari masjid ini telah lenyap,” seru Brigjen Yahya Rasool, jubir militer Iraq, dalam wawancara dengan stasiun televisi pemerintah.

Kemarin pasukan gabungan Iraq yang didukung penuh koalisi Amerika Serikat (AS) sukses merebut masjid yang menjadi simbol ISIS sejak 2014 tersebut. Bendera kebangsaan Iraq pun berkibar di masjid yang sudah tinggal puing-puing itu.

Rasool menyatakan bahwa Counter Terrorism Service (CTS), pasukan elite militer Iraq, merupakan unit pertama yang membebaskan masjid berumur 850 tahun tersebut dari tangan ISIS.

”Mereka melancarkan operasi kilat setelah sebelumnya mengevakuasi warga sipil yang tinggal di sekitar masjid,” ujarnya berdasar keterangan salah seorang komandan CTS.

Setelah memukul mundur ISIS dari masjid yang menara (minaret) miringnya ambruk akibat ledakan pekan lalu tersebut, CTS melanjutkan operasinya.

Pasukan elite yang dilatih khusus militer Negeri Paman Sam itu kemudian sukses membebaskan kawasan Al-Hadba dan Sirjkhana dari ISIS.

”Pasukan kami masih terus melanjutkan aksinya untuk memastikan ISIS hengkang dari Mosul,” ucap sang komandan.

Begitu bendera Iraq berkibar di reruntuhan masjid yang juga dikenal sebagai Masjid Si Bongkok karena menara miringnya itu, pasukan gabungan dari militer dan kepolisian langsung menuju masjid.

Dari berbagai penjuru, mereka mempertegas kemenangan Iraq atas ISIS dengan menyisir bekas wilayah militan dan memastikan bahwa kawasan tersebut sudah bebas dari kelompok radikal itu.

Kementerian Dalam Negeri melaporkan, dalam penyisiran pasca kekalahan ISIS tersebut, pasukan gabungan membebaskan sekitar 20 anak-anak Yazidi.

Bersama beberapa warga dari suku minoritas yang lain, selama ini anak-anak itu ditawan di kantong ISIS di sisi utara Kota Tua Mosul. Selain anak-anak, ISIS menyekap warga sipil untuk dijadikan tameng manusia.

Saat anak-anak itu dibebaskan, kondisinya sangat memprihatinkan. UNICEF menyatakan bahwa anak-anak tersebut kurang gizi. ”Mereka yang berhasil meninggalkan Kota Tua dengan selamat mengalami malnutrisi dan trauma psikologi yang berat,” ungkap jubir UNICEF.

Karena itu, PBB bekerja sama dengan pemerintah Iraq untuk memberikan terapi pascatrauma kepada anak-anak yang jumlahnya ratusan tersebut.

(AFP/Reuters/hep/c20/sof/jpg/sdf)



loading...

Feeds

3.457 Mahasiswa USU Diwisuda

"Dari 3.457 orang lulusan USU tersebut ini terdiri dari 1.248 orang pria (36,10%) dan 2.209 orang wanita (63,90%)," sebut Runtung.