Saya Bingung, yang Jadi Pelaku Anak Saya, yang Meninggal Menantu

Kronologis pembunuhan sadis suami terhadap istri di Palembang.
foto : sumeks/JPG

Kronologis pembunuhan sadis suami terhadap istri di Palembang. foto : sumeks/JPG

POJOKSUMUT.com, PALEMBANG-Suasana Lebaran di Jalan Gotong Royong, Lr Idaman, RT 74 RW 21, Kelurahan Lorok Pakjo, Kecamatan Ilir Barat (IB) I, Palembang, kemarin (29/6/2017) pagi sekira pukul 08.00 WIB berubah menjadi tragedi.

Ini setelah Febriansyah (32) tanpa sebab langsung menghabisi istrinya, Eva Mayangsari Julita (28). Parahnya, sekira 30 tusukan pisau dapur bersarang di tubuh ibu dua anak itu.

Cerita Hairul (60), ayah tersangka, korban ditemukan tewas bersimbah darah di dalam rumah oleh adik iparnya yang tak lain adik kandung sang suami. Saat itu, lantai dapur rumah korban merah oleh darah.

“Saya kaget dapat kabar bahwa Febriansyah membunuh istrinya sendiri,” ungkapnya di lokasi kejadian. Biasanya, dia tinggal di rumah itu. Tapi, saat kejadian, Hairul sedang pulang ke rumahnya di Jl Sungai Sahang.

Kabarnya, pada saat kejadian, Eva hendak memasak nasi goreng di dapur. Tiba-tiba tanpa ada pertengkaran, Febriansyah langsung menusuk istrinya itu dari belakang secara membabi buta.

“Padahal, mereka baru pulang mudik dari Batumarta,” ungkapnya. Saat tiba di rumah, hubungan anaknya dengan sang menantu baik-baik saja. Bahkan, dia dapat cerita kalau putranya sempat berobat di kampung halaman istrinya tersebut. “Febri sering seperti kesurupan,” beber Hairul.

Menurutnya, saat kesurupan, tubuh anaknya akan tegang. Sejak itu, sudah sering berobat. Termasuklah terakhir di kampung halaman korban. Kesurupan terjadi semenjak Febriansyah menjabat posisi supervisor di tempatnya bekerja, sebuah diler motor.

“Tahun ini saja sudah dua kali,” tuturnya. Pengakuan Hairul, anak sulungnya itu tidak pernah cerita ada masalah apa. Baik kepada dia sebagai orang tua, maupun kepada ketiga adiknya.

Usai membunuh istrinya, Febriasyah menyerahkan diri ke Mapolsek IB I. Sedangkan jenazah korban dibawa ke RS Bhayangkara Palembang. “Saya bingung. Yang jadi pelaku anak saya, yang meninggal anak menantu. Saya harus bersabar dan ikhlas,” ucap Hairul.

Dia sejatinya ingin mengantarkan jenazah almarhumah ke tempat peristirahatan terakhirnya di Batumarta. “Tapi kami tidak boleh ke sana karena takut terjadi salah paham,” imbuh dia.

Kapolresta Palembang, Kombes Pol Wahyu Bintono Hari Bawono menyatakan, korban meninggal karena penganiayaan berat. “Tersangka sudah di Polsek IB I, masih dalam pemeriksaan. Motifnya masih didalami,” jelasnya.

Ditambahkan Kapolsek IB I, Kompol Handoko Sanjaya, tersangka diamankan kakak sepupunya, lalu diserahkan ke Pos Laka 902. “Kami jemput di sana. Tadi sudah ditanya, dan dia mengakui membunuh istrinya,” ujar dia.
Di polsek, tersangka banyak diam, seperti shock. “Untuk alibi kesurupan ataupun soal kondisi kejiwaannya, nanti akan dikoordinasikan dengan bagian kesehatan,” ujar Handoko.

Kesedihan mendalam dirasakan keluarga almarhumah Eva. Tak disangka, mudiknya Eva ke kampung halaman di Desa Batumarta II, Kecamatan Lubuk Raja, OKU saat Lebaran lalu menjadi pertemuan terakhir dia dengan orang tua dan keluarga.

Kabar tewasnya anak ketiga dari lima bersaudara pasangan Sasi (56) dan Siti Aminah (54) itu didapat pihak keluarga dari tetangga almarhumah di Palembang. Informasi awal karena kecelakaan. “Tak lama setelah itu, kami dapat kabar sebenarnya. Katanya, jenazah sudah di RS Bhayangkara,” kata kakak kandung korban, Hendra (31) di rumah orang tuanya.

Seingatnya, sang adik dan Febriansyah telah menikah enam tahun. Mereka sudah
dikaruniai dua putra. Yakni Eki kelas dua SD dan Ega (2,5). Keluarga tidak menyangka kalau almarhumah bakal meninggal dengan cara yang tragis begitu rupa.



loading...

Feeds