Sosok Ipda (Anumerta) Martua Sigalingging Dikenal Baik dan Bertanggung Jawab

pemakaman Ipda Anumerta Martua Sigalingging di Batubara, Sumut.
foto : Metro Asahan/JPG

pemakaman Ipda Anumerta Martua Sigalingging di Batubara, Sumut. foto : Metro Asahan/JPG

POJOKSUMUT.com, SIDIMPUAN-Tewasnya Ipda (Anumerta) Martua Sigalingging beberapa waktu lalu, masih meninggalkan cerita dan kesan yang baik selama almarhum hidup dan bertugas. Sejumlah rekan dan sahabat mengaku, almarhum sosok yang tangguh, bertanggung jawab, loyal dan total ketika bertugas.

Sebelum dimutasi ke Polda Sumut pada tahun 2015 lalu, Almarhum Ipda (Anumerta) M Sigalingging yang akrab disapa ‘Galingging’ pernah bertugas di bagian Satreskrim Polres Tapanuli Selatan (Tapsel).

Ia dipercaya sebagai Kepala Tim (Katim) Opsnal yang tugasnya menangkap para pelaku tindak kriminal di wilayah hukum Polres Tapsel. Sangkin garang dan gaharnya, hampir semua pelaku kriminal yang pernah berurusan dengan satuannya mengenal sosoknya.

Seperti cerita Brigadir Anggi Silitonga, personil Polres Tapsel yang pernah bertugas satu tim dengan almarhum ini mengaku punya kesan dan memori yang sulit dilupakan.

Sekitar tahun 2015 lalu, kata Anggi, sosok almarhum merupakan tipe senior yang bisa menjadikan juniornya layaknya saudara dekat. Tidak pernah memarahi, apalagi kasar.

“Almarhum itu suka bikin orang tertawa, selera humornya tinggi. Dulu, sewaktu jadi Katim dia tidak pernah memarahi, selalu menasehati lewat canda. Dan kami anggap sudah seperti abang, saudara serta orang tua kami,” ujar Anggi sedih dan ikut merasa kehilangan sosok seniornya itu.

Apalagi, Anggi masih ingat saat tugas bersama, mereka pernah melakukan penangkapan dengan jarak tempuh ke TKP cukup jauh dari Mapolres dan berlangsung dini hari. Saat itu, almarhum rela datang ke lokasi dengan menggunakan sepedamotor tanpa memakai jaket untuk membantu mereka.

”Paling berkesan waktu ada penangkapan di Rianiate (Angkola Sangkunur, Tapsel,red) dini hari. Almarhum rela datang dari Padangsidimpuan dengan mengendarai kereta (KLX Kawasaki,red) miliknya untuk menemui kami. Dan hebatnya lagi, tanpa memakai jaket, padahal jarak tempuh cukup jauh. Itulah hebat dan loyalnya almarhum,” kenangnya sambil membayangkan nasib anak-anak almarhum yang ditinggalkan.

Bahkan sedihnya lagi, tiga hari sebelum Anggi mendapat kabar seniornya tewas ditikam saat bertugas di penjagaan Mapolda Sumut, almarhum yang dipanggilnya ‘Bang Galingging’ masih sempat meneleponnya, menanyakan kabar serta mengucapkan selamat atas kelahiran anaknya.

“Makanya enggak nyangka kali aku, tiga hari sebelum kejadian dia masih komunikasi. Nanya kabarku dan kawan-kawan di sini (Mapolres Tapsel). Rupanya dia dapat kabar kalau aku sudah punya anak dan dia ucapkan selamat,” tukasnya sedih dan mengaku almarhum punya keinginan bisa kembali bertugas di Mapolres Tapsel.

Tak hanya Anggi, Aiptu Dani Sidauruk juga merasa terpukul atas kepergian almarhum. Sesama personil Polri dan pernah sama-sama bertugas di Mapolres Tapsel, Dani mengaku tipe pria yang penuh tanggung jawab. Baik dalam bertugas maupun kepada keluarga.
“Cukup terpukul dan tidak menyangka, saya cukup mengenal almarhum dengan dekat. Apalagi kami pernah lama sama-sama bertugas di Polres Tapsel. Orangnya tangguh dan bertanggung jawab, tidak mau merepotkan orang lain,” tukas Sidauruk. (yza/metrotabagsel/JPG/nin)



loading...

Feeds

3.457 Mahasiswa USU Diwisuda

"Dari 3.457 orang lulusan USU tersebut ini terdiri dari 1.248 orang pria (36,10%) dan 2.209 orang wanita (63,90%)," sebut Runtung.