Disuapi Nasi, Bocah Lima Tahun Itu Meninggal di Pangkuan Ibunya

Sudiria Lawolo menggendong anaknya, Firdaus, yang meninggal dunia di pelukannya, dalam pelayaran dari Pelabuhan Gunungsitoli menuju Sibolga.
foto : new tapanuli/JPG

Sudiria Lawolo menggendong anaknya, Firdaus, yang meninggal dunia di pelukannya, dalam pelayaran dari Pelabuhan Gunungsitoli menuju Sibolga. foto : new tapanuli/JPG

POJOKSUMUT.com, SIBOLGA-Pasangan suami-istri, Afati Hulu (30)-Sudiria Lawolo (25) merasakan kepedihan mendalam. Usaha untuk menyembuhkan penyakit buah hati tercinta Firdaus Hulu, berakhir tragis.

Firdaus meninggal dunia di kapal KM Wira Prima usai diberi makan oleh ibunya, Sabtu (1/7/2017).

Bocah lima tahun ini meninggal dunia sekirra pukul 05.00 WIB dari perjalanan Pelabuhan Gunungsitoli menuju Pelabuhan Pelindo Sambas Kota Sibolga. Informasi berhasil dihimpun New Tapanuli (grup pojoksumut.com), Firdaus yang dua bulan lalu sakit di Riau, tak kunjung sembuh. Akhirnya, orangtuanya yang bekerja sebagai karyawan di PT Torganda Riau sepakat memberangkatkan Firdaus ke kampung halaman mereka di Gomo, Kabupaten Nias Selatan, untuk berobat. Saat itu Firdaus bersama ibunya, Sudiria Lawolo.

Setelah beberapa lama di kampung orangtuanya, kondisi Firdaus mulai menunjukkan peningkatan. Akhirnya Sudiria dan kakaknya (Mama Tua Firdaus) berangkat dari Nias Selatan dengan menumpang kapal KM Wira Prima, Jumat (30/6/2017) dari Pelabuhan Gunungsitoli.

Menurut Sudiria Lawolo didampingi tokoh masyarakat Nias Amoni Harefa di kantor Adpel Sibolga, saat di kapal, Sabtu (1/7/2017) sekira pukul 03.00 WIB dini hari, ibunya memberikan Firdaus makan nasi yang juga dimakan oleh ibunya. Namun, setelah makan, penyakit Firdaus justru kambuh dan dengan susah payah ibunya bersama mama tua (uwak) Firdaus, termasuk pihak kapal KM Wira Prima, berupaya untuk membantu Firdaus.

“Kurang lebih dua jam setelah penyakit Firdaus kambuh, sekitar pukul 05.00 WIB, Firdaus menghembuskan nafas terakhir di pelukan saya,” ujar Sudiria Lawolo.

Amoni Harefa menambahkan, setelah kapal tiba di pelabuhan sekira pukul 10.15 WIB, pihak keluarga, petugas pelabuhan dan petugas Polres Sibolga bersama tokoh masyarakat Nias membawa Firdaus ke RSU FL Tobing Sibolga untuk dilakukan visum dengan pembiayaan dari KM Wira Prima.

“Sekaligus juga perusahaan KM Wira Prima memberikan tali asih kepada keluarga Firdaus sebesar Rp1 juta,” ujar Amoni.

Dikatakan, jenazah Firdaus direncanakan dibawa ke Torganda untuk dikebumikan di sana. Dan, selaku tokoh masyarakat Nias, Amoni Harefa yang juga Ketua SOMASI (Solidaritas Masyarakat Nias) Tapanuli Tengah serta Wakil Ketua SOMASI Kota Sibolga mengucapkan terima kasih kepada pihak perusahaan KM Wira Prima yang telah memberikan bantuan kepada keluarga korban.

“Dan, terima kasih kepada pihak kepolisian, Adpel Sibolga, serta semua pihak yang telah membantu keluarga Firdaus hingga mereka dapat membawa jenazah Firdaus untuk dikebumikan di Torganda,” ujarnya.

Informasi diperoleh, sekira pukul 13.00 WIB, jenazah Firdaus yang dibawa ibunya serta mama tuanya diberangkatkan oleh perusahaan KM Wira Jaya menuju Torganda, Provinsi Riau.



loading...

Feeds

Bebaskan Tiga Rekan Kami!

Ketiga mahasiswa tersebut adalah adalah Sier Mensen (mahasiswa USU), serta Fadel dan Vikri (mahasiswa ITM). Saat ini, mereka ditahan di …

Bulan Depan, Sheza Idris Naik Pelaminan

Rencananya, pernikahan bakal mereka gelar pada hari Minggu,13 Agustus 2017. Sedangkan, proses akad nikah digelar sehari sebelumnya, yakni Sabtu,12 Agustus …