Jho Taek Low, Pengincar Hati Selebriti Dunia

Jho Taek Low bersama Paris Hilton
foto : Daily mail

Jho Taek Low bersama Paris Hilton foto : Daily mail

POJOKSUMUT.com, NAMA Jho Taek Low tengah jadi sorotan. Meski tidak berasal dari kalangan selebritas, pria asal Malaysia itu sukses menggaet banyak perempuan. Tidak tanggung-tanggung, ”incarannya” merupakan selebriti cantik yang punya nama besar. Mulai musisi Mandopop Elva Hsiao sampai yang terbaru, supermodel Miranda Kerr.

”Periode kencan” Low dengan Kerr pada 2014 terbilang singkat. Tidak sampai setahun. Setelah mantan angel Victoria’s Secret itu bercerai dengan Orlando Bloom, Low langsung beraksi. Anak ketiga pebisnis Malaysia, Larry Low, itu menghujani Kerr dengan hadiah. Pada hari Valentine, dia memberikan kado berupa liontin berlian pink 11 karat berbentuk hati. Belum lagi, hadiah berlian lain yang dia berikan pada momen spesial.

Puncaknya, pada November 2014, pria 35 tahun itu menghadiahkan kalung supermahal rilisan Schwartz Inc. Harganya fantastis. Yakni, mencapai USD 3,8 juta (Rp50,7 miliar). Ibu satu anak itu juga sempat diajak beberapa kali kencan di kawasan Mediterania dengan superyacht The Equanimity–kapal pesiar mahal dan mewah yang dibeli Low dengan harga USD 250 juta (Rp3,33 triliun). Sayang, rayuan mahal itu gagal. Kerr emoh diperistri Low. Dia kini merupakan istri pemilik Snapchat, Evan Spiegel.

Bukan cuma Kerr yang sempat dapat hujan hadiah dari Low. Pria yang bersahabat dengan anak tiri Najib Razak, Riza Aziz, itu sempat melamar Elva Hsiao pada 2012. Triknya sama: memberikan kado-kado mewah buat perempuan incarannya. Kala itu, Low menyewa pulau pribadi di The Palm, Dubai, buat melamar Hsiao.

Lamaran yang videonya diunggah di internet itu memang tidak main-main. Low dan Hsiao tiba diantar Rolls-Royce hitam, lalu berjalan-jalan sebentar sebelum memulai dinner. Musisi Mandopop itu lantas dilamar dengan perhiasan rilisan Choppard. Namun, ending-nya kurang menyenangkan. Meski terharu, Hsiao menolak lamaran itu lantaran sudah menganggap Low seperti adiknya sendiri. Selain itu, saat itu dirinya sudah menggandeng aktor Kai Ko.

Low bisa dibilang menyukai figur selebriti. Selain Hsiao dan Kerr, dia juga pernah mendekati Paris Hilton dan aktris Lindsay Lohan. Namun, trik pedekate-nya beda. Low mentraktir keduanya dengan minuman mahal di kelab yang tidak kalah mahal. Hilton sempat ditraktirnya sampanye Louis Roederer Cristal, yang harganya mencapai 600 pounds (Rp10,4 juta) per botolnya. Sementara itu, Lohan mendapat 23 botol sampanye bermerek sama pada ulang tahunnya yang ke-23 pada Oktober 2012.
Buat Low, menjalin relasi dengan selebriti Hollywood bukan hal yang sulit. Sebab, dia adalah sahabat baik Riza Aziz. Keduanya saling kenal ketika sama-sama menempuh pendidikan di Inggris pada 1998. ”Sekolahnya dekat dengan Harrow, tempat Low menempuh pendidikan A-level,” papar seorang sumber sebagaimana dikutip The Hollywood Reporter.

Perkenalannya dengan anak orang nomor wahid Malaysia itu mendekatkannya dengan banyak figur besar. Namun, ”efek” tersebut makin terasa ketika Aziz mulai mendirikan Red Granite Pictures pada 2010 bersama dengan Joey McFarlane. Lewat rumah produksi itu, Low banyak mengenal nama besar. Salah satunya, Leonardo DiCaprio yang membintangi salah satu proyek rumah produksi tersebut, The Wolf of Wall Street.

 

Sumber The Hollywood Reporter menyatakan, sejak berkenalan di pertengahan 2010, DiCaprio sudah jadi ”langganan” Low. Pada Juli 2010, DiCaprio, Paris Hilton, serta beberapa selebriti lain diundang Low menyaksikan Piala Dunia, langsung di Afrika Selatan.

”DiCaprio, Low, McFarland, dan Aziz juga beberapa kali berjudi di Vegas. Sekali main, mereka bisa berdeposito sampai belasan juta dolar,” lanjut sumber tersebut. Mengutip Department of Justice Amerika Serikat, pada Juli 2012, deposito yang dikirim ke pihak Venetian Casino mencapai USD 13 juta (Rp 173,3 miliar) dan berasal dari akun Red Granite Capital.

Sumber duit Low pun juga tidak jauh-jauh dari keluarga Razak. Pada 8 April 2009, dia ditunjuk sebagai penasihat resmi Terengganu Investment Authority (TIA), badan investasi milik negara yang dibentuk untuk mengelola pendapatan dari pertambangan minyak di Terengganu. Namun, keterlibatan Low ditengarai berlangsung jauh sebelum penunjukan tersebut.

”Dia terlibat di pengelolaan sejak awal tahun 2009 dengan bantuan perusahaan Goldman Sachs,” papar pihak The Justice Department sebagaimana dikutip The Straits Times.

Pada Agustus 2009, TIA diubah menjadi lembaga independen bernama 1MDB (1Malaysia Development Berhad). Misinya, menciptakan pembangunan ekonomi berkelanjutan dengan menggalakkan investasi langsung pihak asing dan kerja sama strategis global. (The Straits Times/Channel News Asia/The Hollywood Reporter/fam/jpnn)



loading...

Feeds