Disdik Medan Tunggu Keputusan Final Terkait Lima Hari Sekolah

ilustrasi belajar di SMA Medan. 
foto : dok/pojoksumut

ilustrasi belajar di SMA Medan. foto : dok/pojoksumut

POJOKSUMUT.com, MEDAN-Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Medan belum berani mengambil langkah atau sikap, apakah menerapkan model pembelajaran lima hari sekolah yang diwacanakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy pada tahun ajaran 2017/2018.

Kepala Disdik Medan Hasan Basri mengaku, telah mengetahui wacana kebijakan yang digulirkan Mendikbud. Namun demikian, sampai saat ini pihaknya masih menunggu keputusan dari pusat atau regulasi tertulis mengenai aturan kebijakan yang sempat menjadi polemik.

“Kita masih menunggu keputusan finalnya bagaimana. Sebab, sebelumnya telah ada Permendikbud tetapi dicabut Presiden Jokowi. Namun, nantinya akan lahir peraturan yang akan menguatkan itu,” ujar Hasan yang dihubungi, Senin (3/7/2017).

Disinggung bagaimana tanggapannya mengenai wacana kebijakan itu, Hasan enggan berkomentar. Dia berdalih tidak etis mengomentari yang belum pasti.

“Kalau kita mengomentari yang belum jelas, nanti bisa menjadi pendapat pribadi,” tukasnya.

Sebagaimana diketahui, Mendikbud Muhadjir Effendy menggulirkan kebijakan lima hari sekolah dalam sepekan. Artinya, jadwal sekolah menjadi 5 hari seminggu dan 8 jam per hari.

Kebijakan tersebut bertujuan sebagai implementasi penguatan pendidikan karakter (PPK), melalui kegiatan intrakurikuler, kurikuler dan ekstrakurikuler. Sistem itu pula dinilai mempermudah guru dalam memenuhi kewajiban jam mengajar. Dengan begitu, guru tidak perlu mencari tambahan mengajar ke sekolah lain untuk memenuhi kewajiban jam mengajar.

Kebijakan ini pun tidak mengikat pada seluruh sekolah. Hanya berlaku untuk sekolah yang siap untuk melaksanakan pada tahun ajaran sekarang. (fir/pojoksumut)



loading...

Feeds