Penyebar Hoax Motif Penyerangan Mapolda Sumut Bekerja di Perusahaan Kargo

Postingan pemilik akun Facebook terkait motif penyerangan di Markas Poldasu terkait utang piutang tersangka dan korban.
foto : Instagram Polda Sumut

Postingan pemilik akun Facebook terkait motif penyerangan di Markas Poldasu terkait utang piutang tersangka dan korban. foto : Instagram Polda Sumut

POJOKSUMUT.com, MEDAN-Surya Hardiyanto, pelaku penyebar hoax atau berita bohong melalui akun facebooknya terkait penyerangan kelompok teroris di Mapolda Sumut, kini telah mendekam di balik jeruji.

Namun demikian, mirisnya pelaku merupakan bapak tiga orang anak yang masih kecil-kecil.

“Kasihan juga dia, anaknya masih kecil-kecil. Paling besar, anaknya sekolah TK,” ungkap Surya, ipar dari Surya Hardiyanto saat berada di Mapolda Sumut, Senin (3/7/2017).

Diutarakannya, keseharian Surya Hardiyanto bekerja sebagai pegawai kargo.

“Pekerjaannya sebagai pegawai kargo dari Semarang yang membuka perwakilan di Sumut,” tuturnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, ia dan keluarganya terkejut mendengar kabar bila Surya Hardiyanto ditangkap polisi terkait masalah itu. Sebab keluarga tidak mengetahui sama sekali isi postingan yang disebutkannya melalui media sosial.

“Kami awalnya enggak tahu kasus ini, sebab saya ini baru balik dari kampung di Perbaungan. Makanya, terkejut juga dengar kabar dia ditangkap polisi,” cetusnya.

Sementara, Kepala Bidang Humas Polda Sumut Kombes Pol Rina Sari Ginting mengatakan, penyebar informasi hoax dan para pelaku teror tidak memiliki hubungan ataupun saling kenal.

“Mereka tidak ada hubungan sama sekali, baik hubungan kerabat maupun keluarga dengan para tersangka teror,” sebut Rina.

Ia menambahkan, pihaknya hingga kini masih mendalami keterangan Surya Hardyanto. Tak hanya itu, sejumlah saksi turut diperiksa diantaranya saksi ahli bahasa dan saksi ahli pidana untuk mendalami lebih jauh kasusnya. (fir/pojoksumut)



loading...

Feeds

3.457 Mahasiswa USU Diwisuda

"Dari 3.457 orang lulusan USU tersebut ini terdiri dari 1.248 orang pria (36,10%) dan 2.209 orang wanita (63,90%)," sebut Runtung.