Fotokan Dulu Woi, Ini untuk Kenang-kenangan Terakhir Kali Kita

Suasana rumah korban yang resah menanti kepastian kabar ketiga pemuda yang tenggelam di Terjun Jambu Ara di Nagori Buntu Raya, Kecamatan Hotunduhan, Kabupaten Simalungun.
foto : Perdana Ramadhan/metro asahan

Suasana rumah korban yang resah menanti kepastian kabar ketiga pemuda yang tenggelam di Terjun Jambu Ara di Nagori Buntu Raya, Kecamatan Hotunduhan, Kabupaten Simalungun. foto : Perdana Ramadhan/metro asahan

POJOKSUMUT.com, ASAHAN-Hilangnya tiga dari empat pemuda dari Desa Sei Halim Hassak, Dusun IV, Kecamatan Sei Dadap, Kabupaten Asahan di Air Terjun Jambu Ara di Nagori Buntu Raya, Kecamatan Hotunduhan, Kabupaten Simalungun, Minggu (2/7/2017) masih terus dicari.

Kisah awal keberangkatan mereka terungkap lantaran ingin merayakan hari ulang tahun Wahyu Dwi Chandra ke 16 tahun yang akrab disapa Incen, satu dari dua korban tenggelam di pusaran air terjun. Hingga Senin (3/7/2017), Incen dan Rahmad Hasbulla (19) yang ikut tenggelam belum juga ditemukan.

“Malam sebelum berangkat mereka itu kumpul di teras rumah saya sampai jam tiga pagi. Mereka sempat bilang sama saya, besok (Minggu) ulang tahun si Incen. Mereka mau pergi ke air terjun,” kata Dini, kakak sepupu Incen bercerita kepada wartawan, di rumah duka Jalan Rambutan dusun IV Desa Sei Halim Hassak.

Keempat sekawan itu adalah Incen, Bulla, Hanafi (19) dan Andika (19). Selama ini kata Dini, mereka selalu kompak dan sering bermain bersama karena rumah keempatnya saling berdekatan dan sudah menjalin persahabatan sejak kecil.

“Kalau kemana-mana dan jalan-jalan, biasa mereka selalu berempat. Incen anak kedua dari tiga bersaudara. Itu adiknya paling kecil,” kata Dini sambil menunjukkan bocah perempuan berkerudung merah berusia kurang lebih enam tahun yang tengah melamun di ujung pintu menunggu kedatangan abangnya.

Masih kata Dini yang mengenang adik sepupunya itu, dari dalam rumah dia sempat mendengar obrolan ke empat remaja tanggung itu sebelum Minggu pagi berangkat ke air terjun. Bahkan Incen sempat minta difotokan bersama temannya di halaman teras Dini.

“Fotokan dulu woi, ini untuk kenang-kenangan terakhir kali kita, karena besok tak jumpa lagi. Aku mau ke surga,” kata Dini menirukan ucapan adik sepupunya itu dan tak menyangka itu adalah suara yang didengarnya untuk terakhir kali.

Di rumah duka, satu persatu pelayat sanak keluarga maupun tetangga tak henti datang menghibur Sugiati, ibu kandung Incen yang masih menangis menunggu kepulangan anaknya yang dipastikan sudah tidak bernyawa itu. Sementara, Mariono ayah Incen sejak Minggu siang sudah berangkat menyusul ikut membantu tim relawan mencari anaknya di objek wisata Air Terjun Jambu Ara.
“Semalam siang, ayahnya sama pak Kadus sudah nyusul ke sana. Semoga adik kami ini cepat ditemukan,” ujarnya.

Hanya selemparan batu jaraknya, tak jauh dari rumah Incen kurang lebih sekitar lima puluh meter terpasang pula tenda biru dan bendera merah tanda kemalangan. Kepada Metro Asahan (grup pojoksumut), Dini menunjukkan itulah rumah Bulla, sahabat Incen yang turut tenggelam ikut menjadi korban di liburan nahas empat sekawan itu.



loading...

Feeds

1.522 Mahasiswa Unimed Diwisuda

Rektor Unimed Prof Syawal Gultom mengucapkan selamat kepada seluruh wisudawan sudah lulus dari universitas yang telah meraih akreditasi A ini. …