Heboh! Inilah Cinta, Remaja 16 Tahun Nikahi Nenek 71 Tahun

Slamet dan Nek Rohaya 
foto : Sumatera Ekspress/JPG

Slamet dan Nek Rohaya foto : Sumatera Ekspress/JPG

POJOKSUMUT.com, KISAH cinta unik dan berlabuh pada jalinan tali pernikahan kembali terjadi di Indonesia. Kali ini, tak tanggung-tanggung seorang remaja 16 tahun bernama Slamet Riyadi resmi menikahiRohaya, nenek-nenek umur 71, Minggu (2/7/2017).

Peristiwa inipun membuat heboh jagad dunia maya. Meski keluarga sempat menentang, pasangan ini mulus menikah setelah mendapat dukungan dari warga dan pemerintah desa setempat.

Dari pusat Kota Baturaja, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan ke rumah Slamet Riyadi dan Rohaya berjarak 45 Kilometer.

Lokasi persisnya Desa Karang Endah, Kecamatan Lengkiti. Atau butuh waktu satu jam. Perjalanan menggunakan sepeda motor atau mobil.

Sebelum tiba di rumah pasangan pengantin baru beda usia 55 tahun itu, Sumatera Ekspres (Jawa Pos Group) singgah ke Polsek Lengkiti.

Meminta petunjuk sekaligus pengamanan. Maklum, informasi kalau pernikahan ini ditentang keluarga Rohaya sudah menyebar.

Melewati dua desa, laju perjalanan dari Polsek Lengkiti hanya butuh 10 menit untuk sampai ke kediaman Rohaya. Wajah sumringah menyambut Sumatera Ekspres.

“Ibu Rohaya ya,” ujar Sumatera Ekspres. Nenek tiga cucu itu pun tersenyum. “Iya… Tunggu sebentar. Slamet sedang keluar. Rumah dikunci,” ujar Rohaya yang duduk di teras rumahnya bersama sejumlah tetangga.

Tak lama berselang, Slamet- demikian dia disapa – datang. Dia langsung membuka pintu. “Silakan masuk,” katanya sembari membentangkan tikar sebagai alas lantai semen rumahnya.

Tak ada barang mewah semisal kursi makan ataupun televisi di rumah 4×6 meter persegi tersebut. Ruang tamu hanya disekat. Ada dua kamar tidur. Juga ruang dapur.

Rumah itu, milik Rohaya. Dia beli dari keluarganya. Hingga sekarang masih menyisakan hutang pembelian, Rp500 ribu.

Rohaya tinggal sendirian di sana. Tepatnya, sejak suami keduanya meninggal 12 tahun lalu.

Sekarang, rumah itu sudah ada kepala keluarganya lagi. Tentu saja, suami ketiga Rohaya yang biasa disapa Slamet.

“Sudah lega sekarang. Kami sudah menikah,” ujar Slamet sembari memainkan jemari tangannya. Duduk di samping kirinya sang istri Rohaya.

Perbincangan baru dimulai, warga berdatangan. Mereka ikut masuk untuk melihat pasangan pengantin yang menikah pukul 19.30 WIB, Minggu (2/7/2017) lalu.

Sekaligus mengucapkan selamat. “Wah….selamat. Sudah jadi suami istri sekarang,” celetuk seorang warga.

Slamet tersipu. Mukanya memerah. Dia bertingkah manja dan mesra dengan istrinya. Namun, Rohaya dengan wajah keriputnya sedikit malu-malu.

“Agak minggir dikit,” ucap Rohaya. Mendengar permintaan istrinya, Slamet berujar,” Biarlah. Kita ‘kan sudah nikah.”

Keduanya saling mencintai. Slamet yang tidak tamat Sekolah Dasar itu, mengaku menyayangi Rohaya sejak tiga tahun lalu. Ketika itu, dirinya jatuh sakit. Hampir satu bulan.

“Saya sakit, dia yang merawat. Dari situ saya mulai suka dengannya,” aku pria yang belajar dan bisa baca tulis secara otodidak ini.

Slamet lantas mengungkapkan perasaannya. Ibarat pepatah,” Gayung pun bersambung.” Ternyata, benih-benih cinta juga tumbuh di hati Rohaya.

Apalagi, di usianya tak muda lagi. Dia butuh pendamping. Kedua anaknya sudah menikah. Masing-masing punya rumah.

Ketiga cucunya juga ikut orang tua mereka. “Pernikahan ini ditentang. Makanya sempat tertunda,” ujar Slamet lirih.

 



loading...

Feeds