Tiga Penyerang Mapolres Sibolga Berhasil Dilumpuhkan, Ternyata…

Foto New Tapanuli/JPG

Foto New Tapanuli/JPG

POJOKSUMUT.com, SIBOLGA-Petugas pos jaga berhasil melumpuhkan tiga pria dengan senjata yang hendak menyerang Mapolres Sibolga. Dari ketiga pria tersebut, seorang diantaranya menenteng kotak berbahan plastik berisi makanan, dua pria lainnya mengendarai sepedamotor dan tiba-tiba mendatangi Mapolres Sibolga dengan mengacungkan senjata tajam berupa sebilah parang

Adegan itu sangat menegangkan dan terasa nyata walau hanya sekadar simulasi. Warga yang menyaksikan pun mengapresiasi simulasi itu karena para personel memeragakannya dengan baik, seolah-olah memang terjadi serangan di Mapolres Sibolga.

“Seperti nyata. Polisi-polisi itu memperagakan aksinya dengan baik. Kita berharap polisi dapat menjamin keamanan dan ketertiban masyarakat Sibolga dari ancaman teroris, yang belakangan sangat nekat dalam menjalankan aksinya,” ujar Boston, salah seorang warga yang menyaksikan simulasi itu.

Simulasi digelar di halaman Mapolres Sibolga, Senin (3/7/2017). Dan, ketiga pria yang menyerang petugas pos jaga dan petugas di depan Mapolres dengan parang, langsung direspon petugas dengan memerintahkan pria bersenjata tersebut untuk membuang senjatanya dan menyerahkan diri.

Namun, karena sudah berulangkali diperingatkan, tidak juga menyerah, petugas yang mendapat serangan akhirnya melepaskan tembakan dan melumpuhkan para pelaku. Dua di ataranya tewas di tempat dan satu lagi yang masih hidup diamankan.

Masih di adegan simulasi, seorang pria lainnya yang mengendarai sepedamotor berwarna hijau dengan kecepatan tinggi menyerang polantas wanita yang sedang bertugas menertibkan lalu lintas. Beberapa petugas lainnya yang melihat aksi penyerangan tersebut datang dan berusaha membantu rekannya. Berulangkali diingatkan, pria tersebut tak juga menyerahkan diri dan melepas senjata yang ada di tangannya, akhirnya pria tersebut dilumpuhkan dan tewas ditembak.

Amatan New tapanuli, sejumlah personil disiagakan mengambil peran masing-masing. Beberapa di antaranya berperan sebagai teroris yang berpura-pura menyerang Mapolres. Seperti beberapa kejadian baru-baru ini yang terjadi di kota lain, markas polisi diserang oknum terduga teroris hingga menyebabkan beberapa anggota polisi tewas.

Adegan simulasi dibuat seperti kejadian tersebut benar-benar terjadi. Dan, peluru yang digunakan hanya peluru hampa. Tujuannya, untuk melatih personel cara menangani bila kejadian nyata terjadi.

Kapolres Sibolga AKBP Benny R Hutajulu dalam amanatnya kepada seluruh personel di lapangan apel Mapolres usai melaksanakan simulasi mengingatkan dengan tegas bahwa tugas mereka adalah melindungi masyarakat.

“Tegas, terukur, sesuai prosedur, tidak ada keraguraguan. Tugas kita melindungi masyarakat. Pahami, siap berbuat apa dan harus melaporkan kepada siapa,” serunya dengan lantang.

Kabag Ops Kompol RA Sitinjak menambahkan, simulasi dikakukan dalam rangka menyikapi direktif Kapolri yang disampaikan melalui Kapolda Sumut. Katanya, ada 16 poin yang dilakukan.

“Salah satunya adalah meningkatkan kesiapsiagaan dalam rangka menghadapi tindakan-tindakan yang bejat dari teroris, sehingga kita latihkan personel yang melaksanakan tugas, di-back-up oleh petugas yang berpakaian sipil,” kata Kompol RA Sitinjak.
Mengenai adanya perintah tembak di tempat terhadap pelaku teroris, perwira dengan 1 melati emas di pundaknya ini menyebut bahwa itu sudah sesuai SOP (Standar Operasional Prosedur).

“Sesuai Perintah Kapolri Nomor 1 tentang kekuatan, tahapan-tahapan tindakan terhadap sesuatu perbuatan yang anarkis,” terangnya.

Untuk sementara, belum ada sel-sel teroris yang ditemukan, khususnya di wilayah Sibolga. Namun, mereka berharap bantuan masyarakat untuk ikut serta dalam penanggulangan terorisme yang belakangan mulai marak dan sangat meresahkan.

“Terima kasih kepada masyarakat Sibolga karena kita belum menemukan sel-sel teroris di Sibolga. Dan, kami akan tetap menyatu dengan masyarakat melawan teroris. Kami mohon untuk kesediaan masyarakat Sibolga untuk bisa terbangunnya sel-sel yang bisa melawan teroris,” serunya.

Dalam pengamanan, pihaknya telah menyiagakan personel yang rutin berpatroli setiap hari. “Untuk pengamanan Sibolga, kita lakukan sesuai SOP, ada yang patroli setiap saat dimana masyarakat melakukan kegiatan. Dibantu dengan personel yang berpakaian sipil untuk mengawasi kegiatan anggota yang bertugas di lapangan,” pungkasnya.

Pada kesempatan tersebut, Wakil Ketua DPRD Sibolga Jamil Zeb Tumori turut hadir memberikan dukungan kepada Polri untuk memberantas teroris hingga ke akarnya. Dia juga menyerukan kepada Polri dan masyarakat untuk tidak takut terhadap pelaku kerusuhan di Indonesia.

“Jangan takut membumihanguskan yang namanya teroris. Kita akan membangun sel-sel untuk menumpas teroris. Kita sebagai DPRD mendukung pemberantasan teroris,” tegas Jamil. (ts/ara/newtapanuli/jpg)



loading...

Feeds

1.522 Mahasiswa Unimed Diwisuda

Rektor Unimed Prof Syawal Gultom mengucapkan selamat kepada seluruh wisudawan sudah lulus dari universitas yang telah meraih akreditasi A ini. …