Banding JPU Diterima, Vonis Gatot Brajamusti Diperberat

Gatot Brajamusti

Gatot Brajamusti

POJOKSUMUT.com, GATOT Brajamusti harus menerima pil pahit.

 
Ini setelah Pengadilan Tinggi (PT) Mataram memperberat hukumnya dalam kasus kepemilikan narkoba.

 

Majelis hakim PT Mataram menjatuhkan vonis dengan pidana penjara selama 10 tahun tahun dan denda sebesar Rp1 miliar subsider 3 bulan kurungan penjara kepada Mantan Ketua Persatuan Artis Film Indonesia (Parfi).

 

Vonis ini lebih tinggi dari putusan majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Mataram yang menghukum Gatot 8 tahun penjara dan membayar denda Rp1 miliar subsider 3 bulan kurungan penjara.

 
Humas Pengadilan Negeri (PN) Mataram Didik Jatmiko menyampaikan bahwa putusan PT Mataram terhadap banding yang diajukan JPU diputuskan pada Rabu 14 Juni lalu dengan nomor putusan banding 33/PID.SUS.NAR/2017/PT MTR.

 
“Putusan bandingnya sudah keluar dan menambah hukuman dari putusan sebelumnya,” ujarnya Selasa (4/7/2017).

 
Dalam amar putusan banding tersebut, PT Mataram menerima permintaan banding dari JPU tersebut sehingga mengubah putusan PN Mataram nomor 727/Pid.sus/2016/PN Mtr tanggal 20 April 2017 yang dimintakan banding tersebut.

 
“Lamanya pidana penjara yang dijatuhkan kepada terdakwa sehingga menjadi 10 tahun dan denda sebesar Rp1 miliar dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak dibayar, diganti dengan pidana kurungan selama 3 bulan,” ujarnya.

 
Disampaikannya, bahwa putusan itu menguatkan putusan PN mataram tersebut selebihnya. Majelis hakim juga memerintahkan agar terdakwa tetap ditahan serta menetapkan bahwa masa penahanan yang telah dijalani oleh terdakwa dikurangkan seluruhnya dari pidana yang dijatuhkan.

 
Hery Herdiansyah penasehat hukum Gatot Brajamusti yang dikonfirmasi mengaku hingga saat ini belum menerima putusan PT Mataram itu. Bahkan ia mengetahui hasil tersebut setelah dihubungi oleh wartawan. “Kapan putusan resminya keluar? Kok sampai sekarang belum ada kita diberikan informasi itu, kita tahu dari wartawan ini,” ungkapnya.

 
Dia mengatakan, vonis majelis hakim PT Mataram yang memperberat hukuman Gatot mencerminkan ketidakadilan. Pasalnya Gatot Brajamusti yang hanya mengonsumsi narkotika malah dihukum seperti bandar narkoba.

 

“Kalau kami sudah menerima putusan resminya, maka kami akan kasasi karena ini sangat jauh dari rasa keadilan,” ungkapnya.

 
Terpisah JPU Ginung Pratidina menyatakan siap melayani terdakwa jika akan melakukan kasasi terhadap putusan PT Mataram itu. Namun pihaknya meragukan terdakwa akan kasasi dikarenakan banding yang pernah diajukan sebelumnya saja dicabut.

 

“Dia kasasi kenapa? Kan banding saja dulu dicabut tapi kita yang teruskan. Kalau benar ya kita akan layani,” ujarnya.

 

Gatot Brajamusti ditangkap di kamar nomor 1100 Hotel Golden Tulip- Lombok pada hari Minggu (28/8/2016) sekitar pukul 23.30 Wita usai Kongres Parfi.

 
Polisi melakukan penggeledahan badan terhadap terdakwa Gatot Brajamusti dan ditemukan satu saset kristal bening yang diduga narkotika jenis sabu-sabu. (fajar/jpg/nin)



loading...

Feeds