Mau Pilih PTS di Sumut? Baca Dulu Nih!


Ketua Yayasan STIKOM Medan Tenang Malem Tarigan didampingi Drs Wanra Tarigan dan Ambrosius usai diwawancarai, Rabu (5/7/2017).
foto : ist

Ketua Yayasan STIKOM Medan Tenang Malem Tarigan didampingi Drs Wanra Tarigan dan Ambrosius usai diwawancarai, Rabu (5/7/2017). foto : ist

POJOKSUMUT.com, MEDAN-Perkembangan perguruan tinggi swasta (PTS) di Sumatera Utara (Sumut) khususnya, terus mengalami pertumbuhan. Peningkatan jumlah PTS diibaratkan seperti jamur yang tumbuh subur di tempat yang lembab.

Hal ini menggambarkan adanya kemajuan pendidikan tinggi. Namun begitu, dari ratusan PTS di Sumut tentunya memiliki kualitas yang berbeda-beda.

Menurut praktisi pendidikan Sumut yang sudah berkiprah 30 tahun lebih, Tenang Malem Tarigan MSi Ak, dalam memilih PTS diharapkan berhati-hati. Perhatikan izin penyelenggaraan dan juga reputasi serta track record.

“Saat ini sudah banyak PTS berdiri di Sumut. Untuk itu, dalam memilihnya harus mempertimbangkan reputasi dan track record yang baik serta memiliki izin penyelenggaraan dari Mendiknas,” ujar Tenang Malem yang juga merupakan Ketua Yayasan STIKOM Medan, Rabu (5/7/2017).

Diutarakannya, tren tamatan SMA yang melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi terus bertumbuh setiap tahunnya. Karena itu, pilihan yang diambil harus melalui pertimbangan yang matang agar tidak ada penyesalan di kemudian hari.

Ia menyebutkan, kebanyakan lulusan SMA memilih untuk melanjutkan pendidikannya lebih kepada jurusan apa yang dipilih. Namun, perlu diteliti dalam mengambil keputusan. Sebab, memilih jurusan bukan karena ikut-ikutan tetapi harus karena cita-cita dan bakat yang dimiliki.

“Sebagai contoh, tidak mungkin seseorang menjadi dokter yang handal tetapi takut terhadap darah. Namun, mungkin orang tersebut memiliki kemampuan otak yang baik serta finansial yang kuat. Tetapi dia tidak berbakat pada bidang tersebut sehingga menjadi penyesalan di kemudian hari. Untuk itu, memilihlah dari hati bukan karena lingkungan,” ungkapnya yang didampingi Ketua STIKOM Medan Wanra Tarigan ST MKom dan Pengawas Yayasan Ambrosius OEMG SE.

Dia mengimbau, masyarakat harus berhati-hati terhadap PTS abal-abal yang banyak menjebak karena kurang memahami hal ini. Maka dari itu, pilihlah PTS yang mengedepankan kualitas pendidikan dan pelayanannya.

“PTS yang memiliki reputasi baik dan sudah dikenal oleh masyarakat luas adalah STIKOM MEDAN. Perguruan tinggi ini sudah terbukti handal untuk membentuk lulusan yang berkarakter dan ahli dalam bidangnya. Bahkan, letak kampus yang strategis di jalan utama Kota Medan memudahkan mahasiswanya untuk menuju lokasi perkuliahan,” sebut Tenang Malem sembari membeberkan izin penyelenggaraan dari Mendiknas RI No: 33/D/O/2008.

Ditambahkannya, STIKOM Medan didukung oleh SDM yang handal dan berpengalaman baik dosen maupun pegawai. Bahkan, tahun ini telah berhasil memperoleh Akreditasi B untuk program studi Sistem Informasi dari BAN-PT dengan Nomor SK: 0081/SK/BAN-PT/AKRED/S/I/2017. Tentunya, ini merupakan bukti nyata sebagai PTS yang berpengalaman dan berkualitas.

Sementara, sebelumnya Koordinator Kopertis Wilayah I Sumut, Prof Dian Armanto mengungkapkan, membangun sebuah perguruan tinggi harus mengutamakan sisi kualitas seiring masuknya era globalisasi. Berdasarkan Kemenristekdikti, ukuran kualitas sebuah PTS ada 4 kriteria.

Pertama, kualitas manajemen tata kelola. Dalam hal ini, kuncinya hanya satu yakni statusnya ada dan bagus.

“Di dalam status berkaitan dengan standar nasional pendidikan tinggi, penjaminan mutu internal, dan terdapat Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI). Oleh karenanya, tiga aspek tersebut secara tidak langsung menggambarkan kualitas manajemen tata kelola yang bagus pada suatu perguruan tinggi,” ungkap Prof Dian beberapa waktu lalu.

Kriteria kedua, sambungnya, ialah kualitas sumber daya manusia (SDM) dosen. Menurutnya, ciri khas yang juga menggambarkan kualitas PTS adalah 40 persen dosennya berpendidikan doktor (S3). Jadi, misalnya jika ada 100 orang dosen dalam sebuah PTS maka 40 orang harus bergelar doktor.

Dia melanjutkan, kriteria yang ketiga dari kualitas sebuah PTS yakni kegiatan kemahasiswaan. Kata Prof Dian, kriteria ini meliputi banyak aspek seperti kegiatan bidang kesenian, olahraga, dan sebagainya. Namun, yang paling terpenting adalah prestasi mahasiswa, dan salah satunya pada kompetisi Pekan Ilmiah Mahasiswa yang digelar dalam setiap tahunnya.

Kriteria terakhir, adalah kualitas penelitian dan publikasi ilmiah yang dilakukan para dosen. Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi dosen di lingkungan Kopertis Wilayah I.

“Empat hal itulah yang menjadi kunci sebuah PTS berkualitas. Namun, selain berkualitas PTS juga harus masuk dalam kategori baik atau tergolong sehat. PTS dimaksud adalah yang patuh melakukan pengisian pangkalan data, mendapatkan beasiswa dari Kemenristekdikti, dan dosennya membuat penelitian atau publikasi ilmiah,” pungkasnya. (fir/pojoksumut)



loading...

Feeds

1.522 Mahasiswa Unimed Diwisuda

Rektor Unimed Prof Syawal Gultom mengucapkan selamat kepada seluruh wisudawan sudah lulus dari universitas yang telah meraih akreditasi A ini. …