Kerap Dipungli, 600-an Napi Ngamuk, Bakar-bakar!

Napi yang mengamuk di Lapas Kelas III Narkotika Pelembang (Muhammad Hatta/Sumatera Ekspres/JPG)

Napi yang mengamuk di Lapas Kelas III Narkotika Pelembang (Muhammad Hatta/Sumatera Ekspres/JPG)

 

POJOKSUMUT.com, PALEMBANG– Ratusan narapidana Lapas Narkotika Kelas III Palembang di Serong, Sukomoro, Banyuasin mengamuk lantaran kerap menjadi sapi perahan kalangan petugas.

Ibarat bara dalam sekam, emosi 663 napi yang berada di lapas itu, meluap. Kemarin (6/7), sekitar pukul 10.00 WIB, terjadi “pendudukan” selama tiga jam.

Awalnya, ratusan napi tersebut protes dengan membakar kasur dan ompreng (wadah makanan) di halaman dalam lapas.

Asap membumbung ke udara. Warga sekitar Kelurahan Sukomoro melihat itu. Namun, mereka belum tahu kalau para napi di dalam lapas memberontak.

Meski sulit dibuktikan, sudah menjadi rahasia umum bahwa praktik dugaan pungutan liar (pungli) dan intimidasi dalam Rumah Tahanan dan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) kerap terjadi.

“Kami sudah tidak tahan dengan maraknya pungli di sini,” ujar Reno, salah seorang napi sebagaimana dilansir Sumatera Ekspres (Jawa Pos Group), Jumat (7/7).

Informasinya, pungutan dilakukan oknum petugas lapas, SF. Bentuk dan nilainya beragam. ”Masih banyak lagi selain itu. Kalau tidak dituruti, kami dihukum. Tidak boleh keluar wisma,” tuturnya.

Bukan itu saja. Napi juga geram karena oknum SF acapkali melakukan intimidasi. Bentuknya, pukulan, dan tendangan.

”Jika ada yang salah pasti akan disiksa oleh SF dan itu terjadi di depan napi lain,” bebernya.

Karena itu, para napi di wisma Battuta merusak kunci gembok wisma dengan besi pentungan lonceng. Di halaman lapas, mereka menyuarakan protes. Membakar kasur dan ompreng.

“Semua terjadi spontan, tidak ada koordinator,” kata Reno lagi.

Saat itulah, SF mengeluarkan pistolnya. Melepaskan tembakan peringatan ke udara. Tujuannya agar para napi di wisma Battuta masuk kembali. “Dengan tembakan itu, para napi jadi makin emosi. Akhirnya berontak,” jelasnya.

Mereka mengejar SF. Para napi lalu merusak kunci gembok wisma lain, seperti wisma Badar, Asyifa, Al Haytam, Sina, dan maximum security.

Akhirnya, semua napi keluar. Melihat situasi sudah tak terkendali lagi, puluhan pegawai melarikan diri. Naik mobil dan motor mereka ke arah Talang Buluh, kecamatan Talang Kelapa, Banyuasin.



loading...

Feeds

Gara-gara Video Ini, Kelakuan Al Ghazali Dibilang Mirip Bapaknya

“Jgn di bully,,,nanti bang ADP marah lagi,,,,Di maklumi sajjahhhh,” komentar akun [email protected]