Wah…Biaya Pemindahan Ibu Kota Butuh Dana Segini Banyak

Palangkaraya
foto : tataruang

Palangkaraya foto : tataruang

POJOKSUMUT.com, PEMINTAHAN ibu kota Indonesia terus digodok. Saat ini, pemerintah belum bisa memastikan berapa estimasi dana yang dibutuhkan untuk memindahkan ibu kota. Sementara belakangan disebut-sebut jumlah dana itu mencapai Rp100 triliun. Besaran dana tersebut juga disampaikan oleh kalangan pelaku properti.

Kalangan properti menilai pemindahan ibu kota ke Palangkaraya adalah langkah tepat. Jakarta diharapkan bisa menjadi seperti New York yang merupakan pusat bisnis. Tentunya itu semua membutuhkan waktu dan dana yang fantastis.

“Dananya butuh Rp100 triliun, namun kalau dari segi pembiayaan kami sih enggak khawatir. Yang penting pemerintah punya masterplan yang bisa mengundang investor, swasta diajak semua membangun,” kata CEO Indonesia Property Watch (IPW) Ali Tranghanda kepada JawaPos.com, Kamis malam (6/7/2017).

Ali menjelaskan dana Rp 100 triliun itu secara rinci nantinya digunakan untuk membangun infrastruktur, membuka lahan-lahan baru, badan jalan, dan berbagai sarana pemerintahan. Sehingga untuk merealisasikan masalah ini, ia menilai, pemerintah jangan hanya berpikir secara birokrat tetapi juga memertimbangkan sektor swasta.

“Coba lihat BSD membangun kota sampai seperti sekarang itu kan membutuhkan waktu yang panjang. Dari tahun 1980an mereka sudah mulai, baru setelah 20 tahun kemudian BSD bisa jadi sebesar itu kan,” tuturnya.

Ali berharap Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) sudah memiliki perencanaan atau masterplan yang matang. Sehingga ibu kota yang baru nanti, tak lagi memiliki kesalahan dalam menata tata ruang. Sedangkan untuk Jakarta, Ali yakin kota ini akan tetap menjadi primadona. Meskipun kemacetan akan tetap terjadi, Ali menilai setidaknya Jakarta tak lagi dicampuri kepentingan politik.

“Jakarta akan tetap hidup, bahkan lebih pesat. Kalau macet sih tetap ya karena kan tetap jadi pusat bisnis, karena itu MRT tetap jadi solusi transportasi. Namun Jakarta bisa lebih pesat dan enggak dicampuri politik,” tuturnya. (cr1/JPG/nin)



loading...

Feeds