Hendro Bisa Telan Paku, Pisau, Sendok Hingga Korek Api tanpa Terluka

 Hasil rontgen Hendro ditemukan benda berbahan logam dari paku, pisau, sendok hingga korek api (radar jember)

Hasil rontgen Hendro ditemukan benda berbahan logam dari paku, pisau, sendok hingga korek api (radar jember)

 

POJOKSUMUT.com, Dokter Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Situbondo, Abdoer Rahem dibuat kaget dengan hasil rontgen pasiennya yang bernama Hendro Wijatmiko.

Pasalnya, sejumlah benda berbahan logam seperti paku, sendok, pisau kecil, hingga korek api bersarang di perut si pasien itu.

Apakah ini karena Santet, teluh atau sejenis guna-guna yang lazim dipercaya masyarakat Indonesia?

Dokter berusia 37 tahun itu menjawab, bukan dan tidak ada hubungannya sama sekali dengan hal mistis atau klenik.

”Saya abaikan saja cerita itu karena saya nggak percaya,” katanya kepada Jawa Pos Radar Jember kemarin (7/7).

Pihak dokter menduga, benda-benda itu dimasukan lewat mulut. Meskipun yang jadi keanehan, tidak ada luka sedikitpun di mulut Hendro.

Selama dirawat di rumah sakit, Hendro juga bisa dengan lancar makan bubur dan pisang. Kondisinya juga semakin membaik, walupun ada gangguan pencernaan.

Setelah diusut, sang Kakak, Arik Budi Hariyanto masih ingat ketika belum lama berselang sang adik, Hendro Wijatmiko, pernah bercerita tentang hobi ”ngemil”-nya yang sangat tidak lazim.

Tiap kali perutnya terasa sakit, Hendro mengaku akan menelan berbagai benda tajam.

”Saya abaikan saja cerita itu karena saya nggak percaya,” katanya. Walapun sekarang, Arik baru yakin, ternyata yang ditelan itu beneran. Apalagi, jumlahnya sudah banyak.

Kemarin Hendro sudah dirawat tim dokter RSD dr Soebandi, Jember. Dia dirujuk ke sana dari RSUD Abdoer Rahem Kamis malam lalu, setelah mengeluh sakit perut.

”Pasien sudah berangsur membaik. Sudah dipindahkan dari IGD (instalasi gawat darurat, Red) menuju Ruang Mawar (ruang perawatan, Red),” ucap dr Justina Evy Tyaswati, kepala Humas RSD dr Soebandi.

Pihak rumah sakit belum melakukan tindakan terhadap pria 30 tahun dari Dusun Pesisir, Desa Kilensari, Kecamatan Panarukan, Situbondo, itu. Termasuk operasi. Sebab, tim medis masih melakukan observasi secara menyeluruh.

Sejauh ini, pasien hanya diberi cairan untuk menjaga kondisinya tetap stabil. ”Jika observasi sudah klir, tindakan untuk mengeluarkan sejumlah benda tajam di tubuh pasien pasti dilakukan,” katanya.

Tapi yang menggembirakan, papar Evy, sejauh ini kondisi pasien bagus. Juga, Hendro mau meminum obat yang diberikan rumah sakit. Meski jika dilihat dari riwayat medisnya, dia pernah mengalami gangguan jiwa.

”Kondisi kejiwaan tidak mengganggu perawatan yang dilakukan,” jelasnya.



loading...

Feeds