Dituding Curang dalam PPDB, Ini Penjelasan Kepala SMPN 2 Medan

Ilustrasi sekolah

Ilustrasi sekolah

 
POJOKSUMUT.com, MEDAN-Kepala SMP Negeri 2 Medan Nampati Ginting akhirnya memberi penjelasan, setelah dilakukan protes keras oleh para orang tua murid yang mendaftarkan anaknya ke sekolah tersebut tetapi tidak diterima.
Menurut Nampati, para orang tua murid yang mendaftarkan anaknya ke SMP Negeri 2 Medan rata-rata berdomisili di luar zonasi sekolahnya. Meski nilai siswa tinggi dan memenuhi syarat, akan tetapi secara zonasi tidak memenuhi kriteria.

 
“Tidak ada permainan dalam penerimaan siswa baru. Kita mengikuti ada yang berlaku dari dinas,” tutur Nampati saat ditemui sesaat lalu.

 
Disebutkannya, dia sudah bertemu dengan orang tua siswa untuk membahas persoalan tersebut guna mencari jalan keluarnya. Namun, pihaknya tidak bisa mengambil keputusan dan menunggu petunjuk dari Dinas Pendidikan Medan.
Dia mengaku, pihak sekolah sudah melakukan sosialisasi mengenai sistem penerimaan zonasi ini, Bahkan juga ditempelkan pemberitahuan tentang sistem tersebut.
“Kalau dibilang kita tidak sosialisasi tidak benar. Kita sudah melakukan tahapan-tahapan itu sampai menempelkan pemberitahuan tentang kriteria penerimaan siswa baru dengan sistem zonasi,” ujarnya.
Sebagaimana diketahui, kemarin (8/7/2017) puluhan orangtua dari calon siswa mendadak mendatangi SMP Negeri 2 Medan yang berada di Jalan Brigjen Katamso.
Kedatangan orang tua siswa untuk mencari Kepala SMPN 2 Medan, Nampati Ginting lantaran tak terima anaknya karena tidak lolos masuk ke sekolah tersebut.
Salah satu orang tua siswa, Juned menyatakan, para orangtua siswa protes dan tak terima dengan kebijakan sekolah. Sebab, ada 176 siswa yang disebut masuk di SMPN 2 Medan dengan nilai terendah 71,48.
“Anak saya seharusnya lulus, nilainya 84,3. Tapi, ini tidak lulus. Saya menduga ada permainan dalam penerimaan siswa baru ini,” ujarnya. (fir/pojoksumut)



loading...

Feeds