Edan! Diler Mobil Daihatsu Gelapkan Uang Kantor, Polisi Sita 18 Mobil Mewah

Tersangka diboyong ke kantor polisi setelah ketahuan melakukan penipuan.
foto : prokal/JPG

Tersangka diboyong ke kantor polisi setelah ketahuan melakukan penipuan. foto : prokal/JPG

POJOKSUMUT.com, BALIKPAPAN-Cewek yang satu bikin heboh Balikpapan. Namanya tiba-tiba menjadi sorotan media setemat, setelah ketahuan melakukan penipuan di tempat kerjanya hingga Rp25 miliar!

Dialah Leni Nurusanti. Usianya masih 29 tahun. Tapi siapa sangka, “kelihaian” kasir diler mobil Daihatsu, PT Serba Mulia Auto (SMA), Jalan PM Noor, Samarinda, sudah dilakukan selama 20 bulan. Sepak terjangnya dimulai April 2015 dan berakhir 13 Desember 2016. Selama menggerogoti uang perusahaan, hasilnya digunakan untuk foya-foya. Beli mobil, beli rumah, hingga jalan-jalan ke luar negeri.

Dari informasi yang dihimpun Kaltim Post (Jawa Pos Group), cara perempuan berambut panjang lulusan SMK jurusan akuntansi itu melakukan pencurian bertahap dengan memanipulasi data. Mulai kuitansi, tanda terima dan lainnya, sehingga akunting perusahaan tak mendeteksinya. Sebelum beraksi, Leni mempelajari seluruh aktivitas proses administrasi, hingga unit mobil dikeluarkan. Setiap bulan, dia mampu melakukan transaksi 2–3 kali. Setiap transaksi, Leni tak menyetorkan seluruh duit konsumen, dia “menyunatnya”

“Dana tak disetorkan semua. Misalnya Rp50 juta, disetor Rp30 juta,” ungkap Kapolda Kaltim Irjen Pol Safaruddin bersama Direktur Kriminal Khusus Kombes Pol Yustan Alpiani saat memberikan keterangan resmi setelah mengungkap kasus ini di Markas Polda Kaltim, Balikpapan, Jumat (7/7/2017).

Jenderal bintang dua itu melanjutkan, dana yang disetor ke perusahaan disertai Leni dengan kuitansi sesuai nominal setelah dipotong. Kuitansi yang masuk dari konsumen dan perusahaan berbeda, namun perusahaan melihat secara kasatmata dana sesuai dengan data.

Modus lain, Leni mengumpulkan fotokopi KTP milik keluarga, kerabat, dan lainnya. Itu untuk mengajukan pembelian mobil. Untuk modus ini, suami Leni yakni Jefriansyah yang menjadi aktor utama.

Setelah mobil yang dibeli dengan harga yang sudah dipotong keluar, Jefri bertugas menjual kembali mobil-mobil, seperti Terios, Sigra, Ayla, Xenia, sesuai harga pasar.

Memuluskan aksi komplotan keluarga kecil ini, Leni dibantu pula adiknya yakni Deni Rayindra (27). Bersama Jefri, Deni membantu menjual mobil ke pasaran. “Mobil yang dikeluarkan tadi belum lunas, namun data dimanipulasi sudah lunas,” tambah Yustan Alpiani.

Mobil mewah yang disita polisi.
foto : kaltim post

Hasil penjualan diberikan kendaraan merek lain, ada pula mobil mewah serta sepeda motor. Seperti motor Yamaha R1M, Yamaha R1 Lee yang harganya mencapai ratusan juta. Aksi Leni diketahui setelah tim audit dari kantor pusat melakukan pemeriksaan keuangan tahunan.

Ditemukan ada perbedaan piutang dengan dana yang ada. Kemudian, dilaporkan ke Polsek Samarinda Ilir dengan tuduhan penggelapan. Seiring pemeriksaan dan pengembangan, rupanya duit hasil kejahatan mencapai puluhan miliar.

“Perhitungan sementara Rp25 miliar, beberapa kendaraan dan uang tunai sudah disita,” timpal Kasubdit Perbankan Pencucian Uang dan Kejahatan Dunia Maya (PPUKDM), Ditreskrimsus, Polda Kaltim, AKBP M Dharma Nugraha.



loading...

Feeds

1.522 Mahasiswa Unimed Diwisuda

Rektor Unimed Prof Syawal Gultom mengucapkan selamat kepada seluruh wisudawan sudah lulus dari universitas yang telah meraih akreditasi A ini. …