Terduga Simpatisan ISIS Ini Sudah Tahu Diincar Mabes Polri

Toni Rianda saat ditangkap petugas. Foto: Polsek Gelumbang for Sumeks

Toni Rianda saat ditangkap petugas. Foto: Polsek Gelumbang for Sumeks

POJOKSUMUT.com, PALEMBANG-Seorang terduga simpatisan Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) ditangkap saat kedapatan masuk wilayah Sumsel. Pria yang diketahui bernama Toni Rianda (24), warga Sembilang, Gg Karet, RT5/4, Pekanbaru, Riau itu diamankan ke Polda Sumsel, kemarin (8/7/2027), pukul 18.30 WIB.

Pria itu terjaring dalam razia di jalan raya depan Polsek Gelumbang, sekitar pukul 15.45 WIB.

Jajaran polsek di-back up tim gabungan Polda Sumsel yang dikomandoi Direktur Reserse Kriminal Umum (Reskrimum) Kombes Pol Prasetijo Utomo dan Direktur Intelijen dan Keamanan (Intelkam) Kombes Pol Slamet Heriyadi.

Ketika ditangkap, Toni menumpang bus Juwita BG 7713 AU tujuan Palembang yang dikemudikan Heriyanto (48), warga Kelurahan Silaberanti, Palembang. Di dalam bus itu, dia duduk di bangku depan, samping sopir.

Bersama tas yang disandangnya, dia terlebih dahulu digelandang ke Mapolsek Gelumbang. Di dalam tas ada laptop, pakaian, kartu tanda penduduk (KTP), kartu ATM Bank Mandiri, SIM C, kartu Lisensi Operator K3, handphone, dan power bank.

Dari sana, dia dibawa ke Mapolda Sumsel. Turun dari mobil Land Rover Hitam nopol DD 2000 IJ, Toni dikawal ketat anggota Brimob bersenjata lengkap. Dia langsung dibawa masuk dan diinterogasi di ruang Kanit 1 Subdit III Ditreskrimum Polda Sumsel.

Harian Sumatera Ekspress (Jawa Pos Group) sempat mendengar kalau Toni punya keinginan berangkat ke Irak atau Suriah untuk berjihad. “Kalau ada uang atau orang yang membiaya saya, saya akan berangkat berjihad,” katanya.
Informasinya, dalam laptop yang dibawa pria itu juga banyak video yang berkaitan dengan ISIS. Mulai dari latihan perang hingga cara ISIS mengeksekusi tahanan. Terdengar pula kalau Toni menyebut polisi thogut.

Pengakuan Toni, dia sudah mengenal ISIS sejak delapan bulan terakhir, dari Youtube dan video yang sering ia unggah. Tepatnya mulai November 2016. Toni tergabung dalam grup aplikasi Telegram dengan simpatisan ISIS lain. Nomor telegramnya 085263705556.

Foto profil yang dipasang pada Telegram-nya bergambar seorang wanita berhijab hitam dalam posisi sedang menembak menggunakan senjata laras panjang jenis AK 47. Melalui grup Telegram itulah dia berkomunikasi dan berbagi informasi.

“Kalau saya tertangkap atau bahkan mati ditembak karena berjihad bersama ISIS, itu risiko saya,” akunya.

Toni sudah mengetahui kalau dirinya dicari polisi. Informasi itu didapatkan dari teman-temannya yang mengabari melalui Telegram tersebut. “Kelompok sudah kasih tahu kalau saya jadi buronan,” sambungnya.

Sekira pukul 20.30 WIB, Kapolda Sumsel Irjen Pol Agung Budi Maryoto datang ke Polda. Sekitar setengah jam, dia ikut menginterogasi Toni. Menurut rekan seangkatan Kapolri Jenderal Tito Karnavian itu, dalam grup Telegram di handphone Toni banyak posting-an video ISIS.

“Kalau dia posting seperti itu, artinya sudah jelas maksudnya apa,” ujar Agung. Kapolda sempat memperlihatkan video kekejaman ISIS sembari menanyakan apa Toni mau melakukan seperti itu. “Dia jawab tidak mau dan mengaku menyesal,” sambungnya.

Namun, posting-an dan video dari laptop dan handphone itu kini menjadi bukti untuk menjerat Toni secara hukum. Untuk awal, karyawan sebuah perusahaan di Muara Enim itu bisa dikenai Undang-Undang ITE (Informasi dan Transaksi Elektronik). “Kami lagi kumpulkan alat bukti. Yang jelas, ada proses hukum selanjutnya,” pungkas Agung.

Sementara itu, Kepala Badan Intelijen Nasional Daerah (Kabinda) Sumsel Brigjen TNI Edmil Nurjamil yang juga ikut dalam interograsi itu enggan berkomentar. Direktur Reskrimum Polda Sumsel Kombes Pol Prasetijo Utomo menambahkan, terduga simpatisan ISIS ini hendak berangkat ke Riau untuk menengok ibunya yang sakit.

Di Muara Enim, Toni baru sehari bekerja di sebuah perusahan perkebunan. “Sebelumnya, di Riau dia bekerja pada sebuah perusahaan migas,” beber Prasetijo. Sebetulnya, keberadaan Toni masuk Sumsel sudah terdeteksi Cyber Patrol Mabes Polri. Pergerakan dia pun dikoordinasikan dengan Polda Sumsel.

Ketika Toni berada di wilayah Ujanmas, koran ini pun mendapatkan informasi itu. Namun rupanya dia terus bergerak hingga akhirnya tertangkap di wilayah Muara Enim. Di Riau, Toni sempat terdeteksi di Kuansing, Riau dan kecamatan Tabir, Kabupaten Merangin, Jambi.



loading...

Feeds

3.457 Mahasiswa USU Diwisuda

"Dari 3.457 orang lulusan USU tersebut ini terdiri dari 1.248 orang pria (36,10%) dan 2.209 orang wanita (63,90%)," sebut Runtung.