Demi Suami Tercinta, Dua Istri Rela Jalani Acara Adat Bersama

Senum, pemuda yang menikahi dua gadis sekaligus.
foto : radarlombok

Senum, pemuda yang menikahi dua gadis sekaligus. foto : radarlombok

POJOKSUMUT.com, LOMBOK-Keputusan Senum menikahi dua gadis sekaligus lantaran tak ingin melukai satu diantaranya dibalas manis. Ya, kini giliran Liana dan Jannatul, tidak ingin suaminya kecewa dan sepakat nyongkolan bersama, Minggu (9/7/2017).

Mereka siap mendampingi suaminya melangsungkan acara adat secara bersamaan. Pada hari Minggu kemarin, Senum memilih Liana Suriani pertama melangsungkan acara nyongkolan. “Kan Liana ini istri pertama saya ambil, makanya saya memilih dia yang pertama, sesuai dengan caranya saat mengambilnya dulu,” katanya.

Nyongkolan adalah sebuah kegiatan adat yang menyertai rangkaian acara dalam prosesi perkawinan pada suku sasak di Lombok, Nusa Tenggara Barat. kegiatan ini berupa arak-arakan kedua mempelai dari rumah mempelai pria ke rumah mempelai wanita, dengan diiringi keluarga dan kerabat mempelai pria, memakai baju adat.

Dikatakan, pada awalnya istri kedua tidak mau bersamaan artinya ikut mendampinginya melakukan akad nyongkolan, alasan istri kedua, malu.

Namun setelah pihaknya memberikan gambaran dan nasihat, akhirnya iapun sepakat dan berkenan mendampinginya.

“Mau tidak mau saya terus berikan nasihat baru bisa berhasil, sebab sudah pasti kedua istri saya akan malu bersamaan di lihat oleh orang banyak, namun setelah saya berikan nasihat hati merekapun luluh,” ungkapnya.

Diakuinya, karena apa yang ia lakoni ini termasuk langka, maka sudah pasti, ini menjadi bahan ketertarikan orang, sebab tumben pihaknya mengikuti nyongkolan semeriah disinya. Sebab mulai dari Dusun Selangaran hingga Dusun Bulur Mayong, orang menonton sesak.

Banyaknya orang yang ikut menghadiri nyongkolan, sesekali pihaknya malu termasuk istrinya, namun pihaknya memberikan isyarat untuk jangan malu, melainkan meminta untuk menunjukkan kebahagiaan. “Jadi sebelum berangkat, saya sudah berikan aba-aba, kalau gerakan ini saya pakai artinya ini, dan seterusnya,” bebernya.

Senum dan kedua istrinya menjalani acara adat, kemarin (10/7/2017).
Foto : ist for Radar Lombok/JPG

Dari isyarat tersebut, Alhamdulillah mereka paham dan dari keluar dusun Selangaran sampai di Dusun Bulur Mayong atau tujuan, kedua istri tetap menunjukkan kegembiraan. Sementra itu, Liana Suriani mengaku sedikit kaku, namun menjaga nama baik dan tidak membuat suami kecewa, pihaknya terus menebarkan senyum.

“Berbicara bahagia saya sangat bahagia dan menerima takdir ini, namun karena manusia yang begitu banyak dan ada kata-kata yang pedas, sekali-sekali saya juga malu kok,” curhatnya.

Ditanya apakah nanti ketika giliran madunya akan nyongkolan apakah akan ikut mendampingi, spontan Liana mengaku siap, sebab tujuannya bersama madu, tidak menginginkan suaminya kecewa.

“Saya bersama madu saya sudah sepakat saling menerima dan siap berdampingan saat prosesi adat nyongkolan,” ucapnya. (cr-ap/jpg/nin)



loading...

Feeds