HAKI Sumut Beber Teknologi Konstruksi Indonesia Masih Tertinggal

Pengurus HAKI Komda Sumut, Ir Daniel R Teruna, Fuad Halimoen , Wadi Huang, Sunarlim Satio dan Medis Surbakti berfoto bersama di salah satu hotel kawasan Jalan S Parman Medan.
foto : fir/pojoksumut

Pengurus HAKI Komda Sumut, Ir Daniel R Teruna, Fuad Halimoen , Wadi Huang, Sunarlim Satio dan Medis Surbakti berfoto bersama di salah satu hotel kawasan Jalan S Parman Medan. foto : fir/pojoksumut

POJOKSUMUT.com, MEDAN-Pemahaman tentang teknologi konstruksi di Indonesia dinilai masih jauh tertinggal dari negara-negara tetangga bahkan Eropa dan Amerika.

Teknologi konstruksi yang dipakai untuk pembangunan infrastruktur seperti gedung, jembatan dan lainnya belum memperhatikan tahapan-tahapan serta efeknya secara keseluruhan.

Ketua Himpunan Ahli Konstruksi Indonesia (HAKI) Komda Sumut, Ir Daniel R Teruna mengungkapkan, asumsi-asumsi desain yang dipergunakan dalam pembangunan konstruksi banyak hal yang belum diperhatikan salah satunya penerapan detailing atau sambungan pada gedung.

Sebab, seringkali bangunan roboh dikarenakan detailing-nya kurang atau tidak pas lantaran pemahaman yang belum benar-benar dipahami.

“Sebenarnya kita tidak usah cerita teknologi konstruksi yang terbaru, teknologi konstruksi yang terdahulu sekitar 20 tahun yang lalu masih banyak belum tahu. Kita asumsi begini, ternyata itu tidak benar,” ungkapnya saat ditemui di salah satu restoran di Jalan S Parman Medan, Senin (10/7/2017).

Diutarakannya, tak hanya gedung, pembangunan jembatan juga demikian terutama dengan sistem cable stay.

Sebab, tahapan evaluasi keamanan jembatan pada saat dibangun perlu dipertimbangkan dan sangat penting. Denga kata lain, ketika membangun tahapan-tahapan keamanan konstruksi itu harus benar-benar diperhatikan.

“Dalam pembangunan jembatan ini, Indonesia bukan lagi sekadar ketinggalan tetapi sudah jauh tertinggal. Oleh sebab itu, setiap pembangunan jembatan sangat perlu memperhatikan efeknya bagaimana. Begitu juga terhadap pembangunan gedung, karena pada saat membangun tentunya menggunakan peranca. Nah, ketika membuka peranca ini bagaimana efeknya,” sebut Daniel yang juga akademisi Fakultas Teknik USU.

Kata dia, selama ini desain yang dirancang untuk bangunan maupun jembatan seolah-seolah sudah berdiri. Padahal, seharusnya tidak bisa seperti itu.

“Bagaimana evaluasi pembangunan gedung dan jembatan sebelum layak digunakan, itu sangat perlu diperhatikan. Makanya, kita memang masih tertinggal sangat jauh,” tutur Daniel yang didampingi pengurus HAKI lainnya Fuad Halimoen (Bendahara HAKI), Wadi Huang (Bidang Hubungan Industrial HAKI), Sunarlim Satio (Hubungan Komunikasi sekaligus praktisi konstruksi) dan Medis Surbakti (Ketua Departemen Teknil Sipil USU).

Dia menyebutkan, ketertinggalan Indonesia juga di bidang regulasi yang mengatur soal kualitas teknologi konstruksi. Sangat terlihat jelas kalau pemahaman terhadap jasa konstruksi masih kurang, baik dari sisi peraturan maupun perkembangan teknologi konstruksi.

Karena itu, pihaknya bekerja sama dengan Prodi S1/S2 Teknik Sipil USU akan menggelar seminar, short course, dan pameran nasional terkait perkembangan konstruksi di Indonesia, yang digelar di Grand Diamond Lantai 2 Grand Swiss Belhotel Medan, Jumat dan Sabtu (28-29/7) mendatang.

“Walau tertinggal jauh tetap patut bersyukur. Sebab, sudah ada perubahan pembangunan infrastruktur di Indonesia yang semakin lama semakin baik dibangun di era saat ini,” cetusnya.

Ia menuturkan, pada seminar ini mendatangkan pembicara dari dalam dan luar negeri. Bahkan, salah satu narasumber merupakan pakar konstruksi dari Taiwan yang telah membangun jembatan dengan sistem cable stay.

“Para pembicara umumnya akan menyampaikan tentang bagaimana rancangan pembangunan gedung dan jembatan cable stay. Untuk pembangunan jembatan cable stay di Indonesia masih dalam hitungan jari jumlahnya,” jelas Daniel.

Dia menambahkan, pendaftaran untuk mengikuti seminar ini sudah ditutup karena peserta telah mencapai target sekitar 150 orang.

“Seminar tersebut sangat bermanfaat bagi peserta karena bisa mengetahui perkembangan yang baru tentang teknologi konstruksi terkini,” imbuhnya. (fir/pojoksumut)



loading...

Feeds