Lagi, Bayi Dibuang Orang Tuanya di Medan

Ilustrasi
foto : pixabay

Ilustrasi foto : pixabay

POJOKSUMUT.com, MEDAN-Kasus pembuangan bayi oleh orang tuanya sendiri sepertinya tengah marak di Kota Medan.
Sebelumnya, dua kasus serupa telah terjadi yaitu di Jalan Brigjen Katamso Kec Medan Maimun dan di Jalan Karya Utama Kec Medan Johor yang kini belum terungkap.
Kini, kasus yang sama kembali terjadi di Jalan Sei Kera Kel Sei Kera Hulu Kec Medan Perjuangan.
Informasi diperoleh Selasa (11/7/2017), bayi laki-laki yang baru saja dilahirkan dibuang orangtuanya di tempat sampah yang ada di bantaran sungai.
Beruntungnya, setelah kejadian bayi ditemukan oleh pencari sisa makanan bernama Joka Sidabutar (57) warga Jalan Tangguk Bongkar VI, Perumnas Mandala, Medan.
“Ceritanya begini, jadi sekitar pukul 04.00 WIB saksi ini mencari sisa makanan untuk ternaknya di tempat sampah pinggir sungai Jalan Sei Kera. Ketika membongkar tumpukan sampah, saksi mendengar tangisan bayi,” ungkap Panit II Reskrim Polsek Medan Timur, Ipda Zikri Sinurat.
Mendengar tangisan bayi, Joka kemudian mencari sumber suara. Tak lama, dia melihat bungkusan plastik hitam yang bergerak-gerak di tengah tumpukan sampah.
“Pas bungkusan plastik itu dibuka, saksi kaget melihat bayi yang masih memiliki tali pusar menangis. Saksi kemudian membawa bayi itu ke puskesmas yang ada di kawasan Jalan Bromo,” jelas Zikri.
Setelah mendapat perawatan, saksi kemudian memberitahu kepada kepala lingkungan (Kepling) yang ada di kawasan Jalan Bromo. Selanjutnya, Kepling melapor kepada pihak kepolisian.
“Menurut petugas puskesmas, bayi yang dibuang itu baru saja dilahirkan. Sesuai kesepakatan, saksi mengaku bersedia merawat bayi laki-laki tersebut,” tutur Zikri.
Setelah disaksikan kepala lingkungan dan polisi, saksi kemudian membawa bayi laki-laki itu ke rumahnya.
“Bayi laki-laki itu diberi nama Risky Pandapotan Sidabutar,” pungkasnya. (fir/pojoksumut)



loading...

Feeds

3.457 Mahasiswa USU Diwisuda

"Dari 3.457 orang lulusan USU tersebut ini terdiri dari 1.248 orang pria (36,10%) dan 2.209 orang wanita (63,90%)," sebut Runtung.