Diduga Ada Kuota Siluman, Casis Akpol Sumut Protes

Calon siswa (Casis) Akademi Kepolisian (Akpol) Indonesia yang melakukan ujian masuk di Polda Sumatera Utara mengungkapkan kekecewaannya, Rabu (12/7/2017).
foto : fir/pojoksumut

Calon siswa (Casis) Akademi Kepolisian (Akpol) Indonesia yang melakukan ujian masuk di Polda Sumatera Utara mengungkapkan kekecewaannya, Rabu (12/7/2017). foto : fir/pojoksumut

POJOKSUMUT.com, MEDAN-Calon siswa (Casis) Akademi Kepolisian (Akpol) Indonesia yang melakukan ujian masuk di Polda Sumatera Utara mendadak melakukan protes, Rabu (12/7/2017).

Protes yang dilakukan sejumlah casis tersebut lantaran adanya kuota ‘siluman’ atau kuota khusus sebanyak 1 orang. Penambahan kuota itu dikabarkan untuk anak Pejabat Polda Sumut yang menjabat Karo Ops Kombes Pol Iman Prakoso.

Salah seorang casis, Sandi Pratama menyebutkan, kuota yang ditetapkan untuk calon taruna Akpol dari Polda Sumut sebanyak 14 orang. Dari hasil pengumuman, ternyata untuk taruna pria sebanyak 13 orang dan wanita 1 orang.

“Saat penentuan tahap akhir pada 19 Juni lalu diumumkan yang lulus dari Sumut ada 13 orang laki-laki dan 1 orang perempuan. Namun, tiba-tiba muncul pengumuman bahwasanya ada kuota tambahan 1 orang,” ujar Sandi didampingi beberapa casis lainnya saat diwawancarai.

Disebutkannya, setelah mencari tahu kuota tambahan tersebut diberikan kepada Imam Aji Pradiansyah yang berada pada peringkat 26. Imam Aji Pradiansyah merupakan anak Karo Ops Polda Sumut.

“Kami keberatan kuota tambahan ini diberikan kepada dia, sebab masih banyak peringkat yang nilainya lebih bagus. Ada urutan ke-14 hingga ke-25 yang nilainya lebih bagus,” cetus Sandi.

Dia pun mempertanyakan kenapa casis urutan ke-26 itu bisa lolos dan terpilih kuota khusus.

“Kok bisa pula jadi anak itu yang lolos, spakah karena anak Pejabat Polda dia jadi diluluskan? Ini kan enggak sesuai dengan keterbukaan saat seleksi, seperti yang dibilang panitia,” tuturnya.



loading...

Feeds