Kepala Desa Ini Mampu Bangun Kantor Mewah Senilai Rp3.3 Miliar

Wawan Bangun Kantor Desa Seperti Hotel Bintang 5, Telan Rp 3,3 Miliar (Kholil Ibrahim/Radar Indramayu/JawaPos.com)

Wawan Bangun Kantor Desa Seperti Hotel Bintang 5, Telan Rp 3,3 Miliar (Kholil Ibrahim/Radar Indramayu/JawaPos.com)

 

POJOKSUMUT.com, Wawan, Kepala Desa atau Kuwu Cipancuh, Kecamatan Haurgeulis, nekat merombak total kantor desa.

Dia memang gila membangun. Modal awal dari penjualan mobil pribadi sekitar Rp 110 juta. Kini bangunan gedung kantor kuwu berdiri megah, mewah, dan modern. Dana pembangunannya ditaksir Rp3,3 miliar.

KHOLIL IBRAHIM, Indramayu

SEPERTI hotel bintang lima. Sekilas begitulah penampakan gedung kantor Kuwu Cipancuh. Terletak di pinggir Jl Jenderal Sudirman Haurgeulis, gedung ikonik berlantai dua itu benar-benar terlihat beda tiada bandingannya.

Bentuknya memanjang ke belakang seperti kapal pesiar. Modern, unik, serta dihiasi ornamen klasik dan unik berciri khas daerah. Gedung pusat pelayanan masyarakat ini diklaim sebagai kantor pemerintahan termegah se-Kabupaten Indramayu.

Kendati belum seluruhnya tuntas, fasilitas wah sudah terlihat di ruang kerja pamong desa. Juga di aula, sampai kamar mandi yang didesain layaknya hotel bintang lima. Rencananya bakal dibangun pula berbagai fasilitas yang dapat dimanfaatkan untuk kepentingan publik.

Seperti halaman parkir luas, taman, sarana bermain anak, lapangan olahraga serta aula besar yang representative untuk tempat pertemuan.

Di dunia maya, penampakan gedung kantor desa lain dari yang lain ini sering menjadi perbincangan netizen. Tak mengherankan, tak hanya menjadi kebanggaan penduduk setempat, tapi juga layak dijadikan ikon di Indramayu bagian barat (Inbar).

Tapi siapa sangka, rancangan dan desainnya bukan karya arsitek profesional. Melainkan ide dari Wawan sendiri. “Ya saya desain sendiri, rancang sendiri. Banyak yang tidak percaya,” ucap suami Rismayanti ini kepada Radar Indramayu (Jawa Pos Group), kemarin.

Tapi, bukan berarti Wawan asal main rancang. Dasar-dasar arsitektur sudah lama dikuasainya sejak masih duduk di bangku kuliah di Unisma Bekasi dulu. Kebetulan, bapak kosnya semasa kuliah berprofesi sebagai seorang developer atau pengembang proyek perumahan.

Dari bapak kostnyalah Wawan banyak belajar dan mempraktikkan ilmu yang didapat, termasuk menghitung rencana anggaran bangunan (RAB) dan sebagainya. Nah, soal hitung-hitungan pembiayaan pembangunan inilah yang masih membuatnya keder.



loading...

Feeds