Perguruan Tinggi Diimbau Harus Tinggalkan Cara Lama

ilustrasi

ilustrasi

POJOKSUMUT.com, MEDAN-Staf Khusus Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Dr KH Abdul Wahid Maktub mengisi kuliah umum di kampus Universitas Pembangunan Panca Budi (Unpab) Medan, Rabu (12/7/2017).

Dalam kuliah umum bertajuk ‘Meningkatkan Kelembagaan Unpab dalam Mewujudkan Daya Saing Internasional’, pria yang akrab disapa Gus Wahid menyampaikan bahwa perguruan tinggi harus meninggalkan cara-cara lama.

“Dunia perguruan tinggi sedang menghadapi realitas dan tantangan baru. Cara-cara lama tak bisa lagi dipakai, sehingga perlu pembaruan terbaik yang terus menerus,” ungkap Gus Wahid.

Disampaikannya, sekarang ini perguruan tinggi khususnya swasta tak cukup sekadar pengajaran (teaching) tapi harus melakukan riset terus menerus.

“Instrumen harus baru dan gerakan pun harus baru. Tak bisa stagnan, kalau stagnan akan tertinggal. Kalau tertinggal akan seperti lagu Cita Citata, Sakitnya Tuh Di Sini,” jelas Gus Wahid.

Menurutnya, perguruan tinggi harus melakukan antisipasi ke depan. Bagi, yang usang harus ditinggalkan. Untuk itu, harus ada reorientasi atau arah baru.

“Kita harus tahu apa yang akan kita perbuat. Sebagai contoh, pelari cepat yang tak tahu jalan bisa kalah dari orang pincang yang tahu jalan. Makanya, hal ini harus diantisipasi,” kata mantan Duta Besar RI untuk Qatar ini.

Oleh sebab itu, Gus Wahid menyarankan agar perguruan tinggi membangun akses global. Sebab, untuk menerobos dan meningkatkan eksistensi pergaulan internasional harus menjalin relasi, networking dengan perguruan tinggi-perguruan tinggi di negara lain.

“Mulailah dengan terlebih dulu membuka diri serta selalu berinovasi agar negara lain tertarik dan mau menjalin kerja sama. Awali dengan visi yang besar, lalu visi itu dirasakan dan dilaksanakan bersama-sama,” papar Penasihat Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (Apstisi) Pusat ini.

Dilanjutkannya, visi yang besar tak hanya sekedar jargon saja. Akan tetapi, benar-benar direalisasikan dengan didukung upaya-upaya nyata menuju itu.

Yaitu, peningkatan kualitas SDM, peningkatan standar mutu layanan dan mutu lulusan, perubahan paradigma pembelajaran dari hal-hal konvensional menuju globalisasi. Kemudian, invonasi, membuka diri dan siap berkompromi dengan semua situasi dan keadaan.

“Ketika semua ini mampu dilaksanakan, maka akan tercipta daya saing. Tentunya, lulusan akan menjadi kebutuhan dan daya tarik guna membangun networking baik level nasional maupun internasional,” jabar Gus Wahid. (fir/pojoksumut)



loading...

Feeds