Tragis! Si Bungsu Temukan Ibu dan Kakaknya Tewas Mengenaskan di Rumah

Kondisi korban saat ditemukan.
foto : metroasahan/JPG

Kondisi korban saat ditemukan. foto : metroasahan/JPG

POJOKSUMUT.com, ASAHAN-Pembunuhan sadis terjadi di Desa Lobu Rappa Kecamatan Aek songsongan Kabupaten Asahan, kemarin (11/7/2017). Pasalnya, dua wanita paruh baya ditemukan tewas dengan kondisi mengenaskan.

Korban adalah Klara boru Sialagan (56) warga Desa Silau Jawa Kecamatan Bandar Pasir Mandoge dan Nursi boru Sirait (54), warga setempat, ditemukan bersimpah darah dan meninggal dunia dalam rumah Nursi, Selasa (11/7) sekira pukul 03.00 WIB.

Penemuan jasad kedua wanita paruh baya itu pertama kali ditemukan oleh Parlin Sirait (26), anak bungsu Klara boru Sialagan.

Info diperoleh, subuh itu, Parlin baru saja datang dari kota Kisaran menuju rumah Nursi, tak lain namborunya (bibik, red) sendiri, usai menghadiri pesta.

Sampai di lokasi, ayah satu anak yang ditinggal pergi istrinya itu memanggil nama kedua korban. Tak juga mendapat sahutan, Parlin menuju ke samping rumah. Namun baru saja tangannya mengetuk pintu samping yang terbuat dari kayu itu, pintu langsung terbuka. Penasaran, pria pengangguran ini langsung memeriksa seisi rumah sembari memanggil nama kedua korban.

Saat pintu kamar Nursi disorongnya, pemandangan tragis pun tersaji, wanita yang melahirkannya ke dunia itu didapati meninggal dunia dengan tubuh penuh luka dan bersimpah darah di atas tempat tidur, dengan posisi menyamping.

Begitu juga dengan namborunya, Nursi, wanita beranak 6 yang ditinggal mati suaminya sekira 5 tahun lalu itu diliatnya dengan kondisi yang sama dengan ibunya, di lantai kamar. Penemuan itu langsung dilaporkan Parlin ke salah satu warga, bernama Nurmawati boru Pasaribu (52), berjarak sekitar 300 meter dari rumah korban.

Pada Nurmawati, sembari memeluk, Parlin menyebut kalau ibu dan namborunya itu telah meninggal dunia. “Wak-wak udah meninggal mamaku sama Nursi br Sirait di rumah namboru,” akunya.

Pengakuan ini lantas ditanyakan Nurmawati mengapa bisa seperti itu dan langsung dijawab Parlin, “Enggak tahu wak,” ucapnya dan langsung pengakuan ini diteruskan Nurmawati kepada warga lain dan diteruskan ke pihak kepolisian dari Polsek Bandar Pulo.

“Motif sementara pencurian dengan kekerasan. Karena saat itu sejumlah barang berharga milik kedua korban dan 2 unit HP raib. Korban Klara mengalami luka tusuk sebanyak empat liang di punggung, Nursi luka enam tusukan di pinggang sebelah kanan dan kiri.

Barang bukti kita amankan sebuah sprei bernodakan darah, satu buah karpet plastik dan satu potong kayu broti tanpa bercak darah,” terang Kapolsek Bandar Pulo AKP M Surbakti di ruangannya, Selasa (11/7/2017) sekira pukul 17.00 WIB.

Surbakti mengatakan, pihaknya masih mendalami dan menyelidiki peristiwa itu dengan memintai keterangan saksi-saksi dan olah TKP.

“Suami dari Klara yang tinggal tak jauh dari lokasi sudah kita amankan guna dimintai keterangan begitu juga dengan saksi- saksi lain, termasuk anak korban yang menemukan pertama kali. Kedua korban sudah kita bawa ke rumah sakit di Siantar untuk autopsi. Mohon doanya agar kasus ini bisa terungkap dan pelaku bisa kita ringkus,” katanya.

Sementara itu, Parlin Sirait ditanyai wartawan mengaku, sebelum penemuan tragis itu, dirinya baru saja pulang pesta di kota Kisaran. Mengaku takut tinggal sendirian di rumah mereka di komplek perumahan guru SD Negri Bandar Pasir Mandoge, dirinya langsung menyusul ibunya ke rumah korban Nursi.

“Aku baru pulang pesta. Karena mamak ke sini, maka ku susul naik kretaku, takut aku tinggal di rumah sendiri. Mamak sudah tiga hari di sini, karena libur sekolah. Kalau mamak ke sini ya tidur tempat namboru (Nursi),” akunya santai.

Disinggung apakah selama ini ibunya ada bermasalah dengan orang lain, Parlin mengaku tidak ada. “Gak ada setahuku, mamakku orangnya baik. Sama kami juga gak ada ribut. Bapak sama mamak sudah pisah lima tahun lalu, tapi aku tahu gak ada masalah selama ini,” aku pria pengangguran ini.

“Selesai diotopsi, besok lah mamak langsung di kubur,” timpal Liston Manik, anak Sulung Nursi Sirait pada wartawan.



loading...

Feeds