Menteri Agama Pangkas Dana Pendidikan Agama Islam

 Menag Lukman Hakim Saifuddin (JawaPos.com)

Menag Lukman Hakim Saifuddin (JawaPos.com)

 

POJOKSUMUT.com, JAKARTA- Hanya karena alasan efisiensi, Kementerian Agama melakukan pemangkasan anggaran sebesar Rp 1,3 triliun. Seluruhnya dibebankan pada dana Pendidikan Islam.

Langkah ini menyusul terbitnya Inpres 4/2017 tentang Efisiensi Belanja Barang Kementerian/Lembaga dalam Pelaksanaan Anggara Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2017.

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menuturkan dari sekian program yang dimiliki Kemenang, hanya program pendidikan islam saja yang bisa dipotong.

”Itu pun anggaran belanja barang saja yang akan dipangkas,” tuturnya dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VIII DPR RI kemarin (13/7).

Lebih lanjut Lukman mengatakan bahwa ada tiga satuan kerja yang akan dilakukan pemangkasan anggaran.

Pertama adalah Ditjen pendidikan islam pusat yang anggarannya akan dihemat sebesar Rp. 235.424.000.

Selanjutnya adalah dana Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri yang akan dipangkas sejumlah Rp 283.612.000.

Kanwil kemenag propinsi, kabupaten/kota, serta madrasah negeri pun juga terkena imbasnya. Anggara mereka akan dipangkas sebesar Rp. 869.969.000.

Lukman menjamin pemangkasan ini tidak akan berdampak langsung terhadap rakyat. Sebab yang akan dikurangi aalah dana kegiatan belanja barang seperti keperluan untuk workshop atau perjalanan dinas.

”Kualitas pelayanan terhadap masyarakat tidak akan berkurang,” bebernya.

Dalam rapat tersebut, Lukman juga memaparkan bahwa kementeriannya juga telah mengirimkan surat kepada meneteri keuangan untuk usulan tambahan anggaran 2017.

Ada tiga hal yang diusulkan mendapatkan tambahan anggaran, yakni honorarium petugas haji, pembayaran tunjangan profesi guru, dan persiapan pembangunan Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII). Totalnya mencapai Rp 4,7 triliun.

Langkah yang dilakukan Lukman tersebut mendapatkan tanggapan pedas dari anggota Komisi VIII DPR RI. Terutama soal pembangunan UIII. Salah satu keberatan tersebut diutarakan oleh Samsu Niang.

Politisi dari PDIP itu mengingatkan bahwa Kemenag masih memiliki utang tunjangan guru. ”Universitas islam internasional ini bagus tapi utangnya dibayar dulu,” tutur anggota dewan dapil Sulawesi Selatan II itu.

Menanggapi hal tersebut, Lukman mengatakan bahwa pihaknya juga telah berkomitmen untuk melunasi uutang tersebut.

Namun di sisi lain banyak pihak yang menginginkan UIII segera dibangun. ”Tim untuk pembangunan tersebut juga sudah terbentuk. Kami sudah membicarakan banyak hal,” kata Lukman.

Pemotongan anggaran pendidikan Islam pun mendapatkan sorotan dari anggota dewan. Namun Lukman sekali lagi berdalih bahwa hanya anggaran pendidikan islam saja yang bisa diotak-atik.

”Anggaran pendidikan Islam itu terbesar. Sekitar 85 persen,” ucapnya.
(lyn/dms/JPG/sdf)



loading...

Feeds

Bebaskan Tiga Rekan Kami!

Ketiga mahasiswa tersebut adalah adalah Sier Mensen (mahasiswa USU), serta Fadel dan Vikri (mahasiswa ITM). Saat ini, mereka ditahan di …

Bulan Depan, Sheza Idris Naik Pelaminan

Rencananya, pernikahan bakal mereka gelar pada hari Minggu,13 Agustus 2017. Sedangkan, proses akad nikah digelar sehari sebelumnya, yakni Sabtu,12 Agustus …